Selasa, 29 Maret 2011

TARIAN PITU (Tujuh Peradilan Adat Toraja)

Sebelum pemerintah Hindia Belanda menguasai Tana Toraja yaitu sebelum tahun 1906, di Tana Toraja berlaku peradilan adat Toraja yang dinamakan Tarian Pitu atau Ra’ Pitu (tujuh bentuk peradilan) yang sampai sekarang masih sering berlaku atau dilaksanakan pada pengadilan adat di tempat yang jauh dari kota dimana sudah berlaku peradilan yang diatur oleh hukum pengadilan negeri.
Tujuh bentuk peradilan tersebut adalah cara mengadili atau menyelesaikan persengketaan atau pertentangan dari dua pihak yang bersengketa yang tak dapat lagi diselesaikan bersama dengan mempergunakan saksi-saksi dan bukti – bukti yang nyata yang dipergunakan oleh peradilan adat mendamaikan atau menyelesaikan persengketaan, maka diberikan kesempatan kepada kedua belah pihak yang bersengketa memilih salah satu dari ketujuh bentuk peradilan yang sudah tertentu itu untuk mengakhiri atau menyelesaikan perselisihan itu serta mendapatkan keputusan yang berlaku mutlak atau berkekuatan tetap.
Menurut sejarah Toraja umumnya dahulu kala seluruh daerah Tana Toraja menghormati dan mentaati peradilan dengan Tarian pitu karena berpangkal pada ajaran Aluk Todolo yang menyatakan bahwa peradilan demikian sejak dari dulu kala memang sudaha daerah adat, yang menurut mitos peradilan pitu serta sejarah peradilan di Tana Toraja terjadi dahulunya di atas langit pada waktu nenek pertama manusia belum turun ke bumi.
Itulah sebabnya maka seluruh masyarakat Toraja yang masih menganut Aluk Todolo sangat yakin dan percaya akan kekuatan dan kedudukan dari Tarian Pitu tersebut, yang dalam melaksanakannya harus terlebih dahulu dimintakan doa berkat dan kekuatan kepada sang Maha Kuasa serta dengan sumpah dan kutuk pula oleh penghulu Aluk Todolo kemudian peradilan ini dilaksanakan.
Juga peradilan dengan cara Tarian Pitu ini dilakukan jikalau tiba-tiba di suatu tempat tidak terdapat orang lain/pihak lain sebagai penengah dalam perselisihan dua orang yang berselisih, maka keduanya memilih saja salah satu dari ketujuh bentuk peradilan dari tarian Pitu, dan keduanya menyandarkan atau mendoakan kepada Yang maha Kuasa agar diberkati dalam perselisihan dengan penyelesaian cara melakukan Tarian Pitu.
Jika kedua yang berselisih terus melakukannya tanpa ada orang lain yang menyaksikannya, dan setelahs elesai ada pihak yang ternyata kalah, maka keduanya mentaatinya sebagai suatu keputusan yang berlaku mutlak dan ditaati keduanya.
Tarian Pitu tidak lain dari pada cara pertarungan secara langsung kedua pihak yang berselisih tanpa bantuan orang lain yang dilakukan dalam waktu singkat saja terus diketahui siapa yang bersalah atau kalah dan siapa yang benar atau menang, yang keduanya puas serta mentaatinya, karena diyakini telah mendapat berkat dari Tuhan yang maha Kuasa.
Tarian Pitu yang dimaksudkan tersebut di atas adalah masing-masing:

Si Pentetean tampo/Siba’ta Tungga’ (perang tanding satu lawan satu), yaitu satu cara peradilan dari Tarian pitu yang paling berat karena perkelahian atau pertarungan satu lawan satu dengan menggunakan Tombak atau pedang yang tajam, yang dilakukan di atas pematang sawah dimana kiri kanannya digenangi air, atau dengan cara membuatkan satu kurungan dalam bentuk persegi empat yang dipagar kuat-kuat dan kedua orang yang brsengketa mengadu kekuatan dan ketangkasannya dalam kurungan atau gelanggang tersebut. Sebelum melakukan perkelahian keduanya disumpah oleh penghulu Aluk Todolo atau Tominaa dengan doa barang siapa yang tidak benar akan hancur dan kalah dan yang benar tidak akan apa-apa, sesudahnya digiring masuk ke gelanggang dengan disaksikan oleh keluarga kedua belah pihak. Pelaksanaan Sipentetean Tampo atau Siba’ta Tungga’ ini dihadiri pula oleh dewan pemerintah adat dimana keduanya mengadakan pertarungan itu, yang dalam waktu beberapa menit saja terjadi kurban dari kedua orang yang bertarung yang ada kalanya seorang kurban tetapia daerah ada pula yang kedua-duanya kurban (gugur). Hasil dari pertarungan itu setelah selesai segera diumumkan oleh dewan adat siapa yang kalah dan siapa yang menang dimana seluruh keluarganya menerima sebagai suatu keputusan yang berlaku mutlak, karena didasarkan atas keyakinan mereka bahwa kebenaran yang berbicara yang dalam masyarakat Toraja dikatakan Ma’pesalu artinya sesuai kebenaran.
Siukkunan, yaitu satu cara peradilan dimana kedua belah pihak yang berselisih disuruh menyelam bersama-sama ke dalam air sungai dan barang siapa yang lebih dulu muncul di permukaan air maka dialah yang kalah dalam perselisihan, yang juga sebelum melakukan itu keduanya disumpah lebih dulu oleh penghulu Aluk Todolo. Hasil pertarungan dengan menyelam ini segera diumumkan oleh dewan adat sebagai suatu keputusan yang berlaku mutlak atau berkekuatan tetap.
Sipakoko, yaitu suatu cara peradilan dimana dua orang bersengketa/berselisih disuruh mencelupkan tangan ke dalam air panas yang mendidih, juga didahului dengan doa dan kutuk dari penghulu Aluk Todolo kemudian secara serentak keduanya mencelupkan tangan ke dalam air panas, dan barang siapa yang lebih dahulu menarik tangannya dari dalam air panas, maka dialah yang dinyatakan kalah dalam perselisihan itu yang hasilnya segera diumumkan oleh dewan adat sebagai keputusan yang berlaku mutlak dan berkekuatan tetap.
Silondongan, yaitu suatu cara peradilan dari dua orang atau pihak yang berselisih dimana kedua belah pihak memilih satu ayam jantan masing – masing kemudian diserahkan kepada penghulu Aluk Todolo untuk dikutuk dan didoakan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dan kedua ayam itu dipakaikan taji atau pisau, dan dipertarungkan pada saat itu juga dihadapan Dewan Adat dimana kedua belah pihak yang bersengketa itu berada.Menurut keyakinan mereka itu bahwa orang yang benar ayamnya akan menang dan orang yang salah ayamnya akan kalah atau mati. Dan hasil pertarungan ayam ini segera diumumkan oleh Dewan Adat yang menghadirinya yang oleh kedua belah pihak mentaatinya sebagai keputusan yang berlaku mutlak dan berkekuatan tetap. Dahulu peradilan Silondongan ini tidak memakai pisau atau taji tetapi sekarang sudah memakai taji karena jikalau tidak memakai taji perkelahian dari dua ayam itu berlangsung lama dan tidak segera memberi keputusan. Menurut mithos dari peradilan silondongan ini adalah memang peradilan yang sudah terjadi di atas langit yang kemudian diturunkan ke bumi pada nenek manusia diikuti seterusnya oleh manusia.
Sibiangan atau sire’tek, yaitu suatu cara peradilan yang sama dengan cara loterei dengan mempergunakan dua bila biang (semacam bambu) yang diberi tanda sebagai tanda pilihan dari orang yang bersengketa yaitu seorang memilih belakangnya dan seorang memilih mukanya, dan kedua pihak berselisih duduk berhadapan di depan penghulu aluk todolo untuk menerima kata – kata sumpah dan doa bahwa barang siapa yang salah akan kalah dan barang siapa yang benar akan menang atau selalu terbuka pilihannya. Cara demikian dilakukan tiga kali berturut yaitu biang dibuang dan siapa yang kurang pilihannya terbuka maka dia akan dinyatakan kalah yaitu dengan perbandingan dua banding satu (2:1) dan atau tiga berbanding nol (3 :0), dan yang mempunyai angka lebih banyak dialah yang dinyatakan benar dan segera diumumkan sebagai keputusan yang berlaku mutlak atau berkekuatan tetap.
Sitempoan yang biasa disebut sisumpah, yaitu dua orang yang berselisih disuruh mengucapkan sumpah keduanya dihadapan dewan adat dimana doa = sumpah diucapkan oleh penghulu aluk todolo lebih dahulu kemudian diulangi dengan tidak salah – salah oleh yang bersengketa bergantian, yang isinya antara lain:“ Puang matua, deata titanan Tallu Esungganna, Tomembali puang laun rimpi’na lan tangngana padang sia tang laun pasitirona’ kameloan sia kamanamanan sae lakona ketangumpokadana’ tang tongan, ...dst. Artinya: Tuhan sang pencipta, Dewa-dewa sang pemeliharaan tiga serangkai dan leluhur akan menghancurkan aku dan penghidupanku serta akan mengutuk aku selama – lamanya jikalau aku tidak berkata benar, ...dst. Dalam mengucapkan sumpah demikian itu, juga menyebut jangka waktu berlakunya sumpah sebagai waktu tempat menunggu akibat-akibat dari sumpah seperti orangnya mati atau suatu malapetaka yang menimpa dirinya. Jangka waktu yang berlaku dalam menunggu hasil dari sumpah yang telah dilakukan itu, oleh masyarakat Toraja mengenal jangka waktu itu dalam 3 (tiga) hari, 6 (enam (hari), 30 (tiga puluh) hari, atau setahun padi (sekali panen). Perhitungan waktu-waktu tersebut dia ini adalah perhitungan waktu yang lasim dan selalu dipergunakan dalam pembagian waktu di Tana Toraja . Peradilan cara demikian berlaku pula pada dua orang yang bersengketa dimana tak ada orang lain sebagai penengah yang dinamakan Sisumpah atau Sipenggatan, yaitu keduanya menyumpah diri berganti-ganti, yang sangat banyak kejadiannya di dalam masyarakat Toraja dengan memegang barang yang menjadi sengketa lalu bersumpah kedua orang yang sedang memegang barang itu. Peradilan sitempoan ini mulai mengalami perubahan sewaktu pengaruh-pengaruh dari luar masuk di Tana Toraja karena cara demikian itu dianggap terlalu kejam karena jikalau dikalah dalam Sitempoan berarti dikalah dua kali yaitu sudah korban dan kemudian dikalah lagi, maka waktu pengaruh Islam mulai masuk yang disusul dengan pengaruh peradilan pemerintah Belanda yang menyatakan bahwa pengambilan sumpah adalah pembuktian kebenaran masalah, dan jikalau seseorang bersedia disumpah maka sumpahnya itu dipercaya dan ketidakbenarannya atau sumpah palsunya sudah ditebus dengan pertaruhan nyawanya. Karena peradilan Sitempoan sudah berubah statusnya sejak beberapa puluh tahun, maka peradilan ini tidak ditakuti lagi oleh masyarakat, karena dianggap sudah agak enteng yaitu asal jangan dikalah biarlah disumpah saja sekalipun ada akibatnya nanti, dan inilah menyebabkan timbulnya sumpah palsu. Pengambilan sumpah pada peradilan adat Toraja masih sering pula terjadi di antara orang yang bersengketa tetapi pelaksanaannya sama dengan cara – cara pengambilan sumpah pada peradilan negeri.
Sirari Sangmelambi’, yaitu satu cara peradilan dalam bentuk perang kelompok yang hanya dilakukan pada subuh dan pagi hari (sirari= perang; sangmelambi’= sepagi). Perang sepagi atau Sirari sangmelambi’ ini adalah bentuk peradilan yang paling akhir terjadi dari pada Tarian Pitu tersebut yaitu peradilan yang menggantikan peradilan adu kekuatan dengan tarik menarik dan tolak menolak seperti yang pernah terjadi dalam pembagian daerah Padang di Puangngi Tallu lembangna, pertarungan adu kekuatan merebut kedudukan yang teratas. Sirari Sangmelambi’ ini ialah seorang atau satu pihak mengarak atau mengumpulkan pengikut lalu menentukan batas untuk diperebutkan siapa yang dapat melintasinya. Sirari Sangmelambi’ ini benar-benar perang mempertahankan daerah tertentu yang dilalukan hanya pada subuh sampai matahari terbit harus dihentikan. Masing-masing pihak mempertahankan daerahnya dimana terdapat satu pihak penengah yang akan menyaksikan peperangan sepagi itu serta mengawasi jikalau sudah ada diantara yang berperang itu korban, dan jikalau dalam perang terus ada yang korban terus pihak penengah yang mengikutinya berteriak sebagai tanda berhenti karena sudah ada bukti kekalahan yang dikatakan To’domo Damo’ artinya sudah ada yang luka. Pihak yang luka dinyatakan terus kalah sekalipun kekuatannya lebih besar, dan pada saat itu peperangan terus dihentikan, dan ada yang luka itu dikatakan kalah perang dan disebut To Ditalo (orang yang kalah), dan segera penguasa adat sebagai penengah mengumumkan siapa yang kalah itu. Sirari Sangmelambi’ itu biasanya dilakukan oleh satu rumpun keluarga atau oleh satu penguasa adat terhadap penguasa adat lainnya yang Sirari Sangmelambi’ ini sangat besar akibatnya tidak sama dengan Tarian Pitu yang lain tersebut diatas. Sering terjadi yang kalah harus menyerahkan seluruh harta bendanya kepada yang menang, dan penyerahan harta keseluruhan itu dikatakan di pakalao. Sirari sangmelambi’ itu sering terjadi pada waktu mulai berkecamuknya perang saudara di Tana Toraja yaitu sekitar tahun 1800 sampai pada datangnya pemerintahan Belanda.

Senin, 28 Maret 2011

Lebonna – Paerengan Massudilalong

(Kisah Cinta Sehidup Semati )

Sebuah kisah cinta sehidup semati dua sejoli dimabuk asmara yang terjadi sejak zaman kuno (Jauh sebelum Romeo-Juliet di-filmkan) dan telah mengakar dan akan selalu dikenang dalam masyarakat adat Tana Toraja. Kisah cinta antara Lebonna dan kekasihnya Massudilalong Paerengan yang berakhir sangat tragis.

Tersebutlah Lebonna, seorang wanita cantik, berkulit putih, berhidung mancung, tinggi semampai dan berambut panjang dari Daerah Bau, Bonggakaradeng. Dalam perjalanan hidupnya, ia kemudian menjadi rebutan para lelaki, namun akhirnya ia jatuh hati pada seorang lelaki tampan, pemberani dan sakti bernama Massudilalong Paerengan.

Dalam jalinan hubungan asmaranya, kedua sejoli mengikat janji untuk sehidup semati, dan saat meninggal nanti, keduanya harus dimakamkan dalam satu peti mati.

Seiring berjalannya waktu, hubungan asmara keduanya semakin mesra, dan akhirnya banyak pria yang cemburu terhadap Paerengan yang berhasil merebut hati Lebonna, begitu juga banyak wanita yang cemburu terhadap Lebonna yang berhasil merebut hati Paerengan, pemuda tampan dan pemberani.

Namun, takdir berkata lain saat muncul kabar bahwa daerah tetangga akan melakukan penyerbuan, dan Paerengan yang memang dikenal sebagai ksatria, diminta untuk memimpin pasukan. Merekapun berangkat ke medan pertempuran untuk berperang (Mangrari).

Sementara itu Lebonna tinggal di Kampung sembari menenun menunggu kekasihnya kembali. Namun, saat terjadi pertempuran, salah seorang anak buah Paerengan diam-diam lari dari medan pertempuran, dengan maksud merebut Lebonna dengan menyampaikan kabar bohong mengenai kematian Paerengan, kepada Lebonna dengan berpura-pura sedih.

Mendengar kabar tentang kematian sang kekasih, Lebonna sangat terkejut dan tidak sanggup menerima kabar tersebut. Bahkan ia sampai mengurung diri dan tak mau makan selama beberapa hari.

Usaha anak buah Paerengan yang kabur dari medan perang itu ternyata tidak membuahkan hasil. Lebonna tak bergeming sedikitpun untuk dibujuk ataupun dirayu karena cintanya memang hanya untuk Paerengan. Tiap malam Lebonna selalu teringat akan janji yang telah ia sepakati bersama kekasihnya, Paerengan. Dan akhirnya, ia menepati janjinya untuk sehidup semati dengan kekasihnya dengan cara gantung diri.

Setelah tewas dan memilih gantung diri, demi membuktikan cinta sucinya, jenasah Lebonna kemudian dimakamkanyang terlebih dahulu harus melalui prosesi “dialuk”, kemudian dimakamkan di sebuah Liang batu, tepatnya di desa Salu Barana, Lembang Bua Kayu. Menurut cerita, pada saat mayat Lebonna di masukkan kedalam Liang, Pintu baru tiba-tiba tertutup rapat, dan rambut panjang Lebonna masih terurai keluar sampai bibir Gua. Menurut kepercayaan masyarakat Toraja, saat itu Lebonna masih belum rela masuk ke dalam Liang tanpa ditemani Massudilalong Paerengan, sang kekasih yang sudah mengikat janji dengannya untuk sehidup semati.

Bagaimana dengan Paerengan ? Paerengan pun kembali dari medan peperangan dengan kabar kemenangan, dan langsung menuju ke rumah Lebonna, kekasihnya yang sangat ia rindukan.

Namun alangkah terpukulnya Paerengan, Lebonna gadis yang sangat ia cintai telah pergi untuk selama-lamanya.

Setelah mengetahui Kekasih telah tiada, kehidupan Paerengan sangat tidak menentu. Dia yang dikenal sebagai kesatria sejati dan sangat disegani, kini hidup dalam kondisi tertutup. Setiap hari ia selau bersedih, dan menyendiri. Dilematis, Paerengan harus memilih memenuhi janjinya sehidup-semati dengan Lebonna atau hidup untuk membela wilayahnya wilayahnya dari serangan musuh.

Hari-haripun berlalu, tersebutlah seorang bernama Dodeng, Pembantu Paerengan yang sangat dekat dengan Paerengan. Dodeng memiliki sebuah pohon enau yang berdekatan dengan Liang kubur Lebonna. Pada suatu ketika, Dodeng terlambat mengambil nira/tuak,sehingga ia harus berangkat setelah petang hari. Saat mengambil Tuak, Dodeng mendengar suara yang tidak asing lagi, suara yang ia ketahui dan kenal sebagai suara Lebonna. Sebagian masyarakat Toraja percaya bahwa arwah seseorang yang meninggal dengan cara bunuh diri akan tidak tenang, seperti halnya arwah Lebonna.Apa pesan yang ingin disampaikan Lebonna kepada Dodeng untuka disampaikan kepada kekasihnya Paerengan-Massudilalong ? Dodeng mendengarkan suara jeritan Lebonna mengenai kekasihnya yang belum memenuhi janjinya untuk sehidup-semati. Pesan Lebonna kepada Massudilalong melalui Dodeng tersirat melalui lirik sebuah lagu :

Dodeng mangrambi mandedek, Dodeng ma’pa tuang-tuang, rampananpi pededekmu, annapi te kamali’ku …. ammu perangina’ mati’, ammu tanding talingana’…. Parampoanpa kadanku, pepasan mase-maseku, lako to Massudilalong, muane sangkalamma’ku…

Mukua duka la sang mateki e so’ eee…. Paerengan o… Rendengku.

Angku dolo, angku mate(…) tae’ si la matena, lasisarak sunga’na, (…) Ulli-ulli soladuka Borro sito’doan duka(…) o Rendengku….

Artinya kurang lebih; Hei.. Dodeng yang mengambil tuak, hentikanlah dahulu aktivitasmu…. Dengarlah pesan deritaku… untuk kekasihku Massudilalong…. Katanya akan sependeritaan… Juga sehidup-semati…. Tapi semuanya cuma hampa… saya telah lama mati, bunuh diri karena janji… sementara dia masih hidup.

Dodeng yang mendengar suara rintihan penuh permohonan itu, tak sanggup berbuat apa-apa. Ia terpaku. Saat tersadar, ia langsung lari ke rumah Paerengan dan tak sempat mengambil tuak lagi. Sesampai di rumah, ia langsung keringat dingin dan jatuh sakit

Namun PESAN Lebonna untuk kekasihnya tidak langsung disampaikan Dodeng, karena masih kurang percaya dengan apa yang ia dengar. Ia khawatir itu hanya khayalan belaka, kendati itu sempat membuatnya jatuh sakit. Akhirnya Dodeng kembali mencoba untuk mengambil ballo atau tuak, namun kali ini ia lebih awal dating. Alangkah terkejutnya Dodeng, suara itu kembali ia didengarkannya padahal belum terlalu gelap (malam). Mendengar suara sedih yang berintihkan pesan itu, Dodeng lalu mengambil langkah seribu tanpa menbawa tuak .

Akhirnya perubahan sikap Dodeng membuat Paerengan curiga. Ia kemudian mendesak Dodeng untuk menceritakan apa yang terjadi padanya, Dodeng pun tak tahan dan menyampaikan hal tesebut kepada Paerengan.

Tak yakin dengan cerita Dodeng, Paerengan pun ingin membuktikannya, sehingga keesokan harinya saat petang Paerengan ikut bersama Dodeng ke pohon enau, yg tak jauh dari pemakaman Lebonna. Setelah Dodeng naik keatas pohon enau, suara itu kembali terdengar. Paerengan yang hadir secara diam-diam menyimaknya dengan jelas. Setelah mendengar langsung pesan Lebonnaitu, Paerengan pun langsung ke rumahnya, masuk ke kamarnya dan menutup pintu rapat-rapat.ia sangt terpukul karena lalai dari janji setia yang telah disepakatinya bersama Lebonna; kekasih yang sangat dicintainya.

Tak menunggu lama Paerengan sang panglima perang meminta agar semua pasukannya berkumpul dengan membawa tombak. (Apa yang ingin dia lakukan ?) ia beralasan akan melaksanakan upacara merok yaitu ritual dengan menyembelih kerbau dengan cara ditombak.

Esoknya, semua tentara berkumpul di lapangan terbuka. Semua keluarga Paeengan juga hadir. Saat itu, puluhan kerbau telah disiapkan, para tentara juga telah membawatombak masing-masing. Paerengan kemudian meminta agar semua tentaranya menancapkan tombak dengan posisi mata tombak keatas. Saat semua warga dan tentara berkumpul, diam-diam Paerengan naik keatas atap pendopo yang memang sudah ada sebelumnya. Disangkanya akan menyampaikan pidato, namun ternyata ia justru melompat tepat diatas ratusan ujung tombak yang telah ditancapkan.

Paerengan pun tewas secara tragis, dan telah memenuhi janjinya. Pada saat Paerengan dimakamkan, bukan di tempat Lebonna dimakamkan,jenasah Paerengan selalu muncul lagi dirumahnya secara tiba-tiba. Kejadian ini terjadi tiga kali, sampai akhirnya Dodeng mengisahkan kejadian yang sebenarnya termasuk suara yang didengarnya saat hendak mengambil tuak. Setelah DIMAKAMKAN SATU LIANG DENGAN Lebonna, barulah mayat Paerengan menjadi tenang.

Sosok Dalle (Toraja)

Sosok Dalle (Toraja)
INGIN membuat hidangan ayam terasa berbeda? Campurkan saja ayam dengan jagung manis, bayam, kemangi dan labu kuning seperti resep berikut. Rasa gurih bercampur manisnya dijamin menggoda.

Bahan:
1 ekor ayam kampung, potong 10 bagian
2 buah jagung manis, pipil
100 gram labu kuning, potong dadu
1 ikat bayam, petik daunnya
1 ikat kecil kemangi, ambil daunnya
1.500 ml air

Haluskan:
5 siung bawang putih
½ sdt merica
1 sdm garam

Cara Membuat:

Rebus air dan bumbu hingga mendidih, masukkan ayam, masak hingga ayam empuk. Masukkan labu kuning dan jagung, biarkan hingga matang. Masukkan bayam, biarkan sebentar, angkat. Masukkan kemangi, aduk rata. Sajikan selagi hangat.

Resep ini disarikan dari buku “Kitab Masakan Kumpulan Resep Sepanjang Masa” karya Tim Dapur Demedia.

Sabtu, 26 Maret 2011

Pa'piong Duku' Manuk

Pa'piong Duku' Manuk

Menjadi pengunjung toraja mungkin tidak akan benar-benar berkesan tanpa sebuah kesempatan mencicipi masakan tradisionalnya, pa'piong. Pasalnya, menikmati resep tradisional ini memberikan pengalaman budaya yang tidak akan terlupakan.

Sepintas tidak ada yang istimewa pada hidangan pa'piong, selain kemasannya yang unik dari bambu. Ya, bambu dengan kulit yang terkupas sempurna, dengan tekstur yang terbentuk dari bagian-bagian bekas bakaran yang gosong. Pa'piong dibuka dengan merobek kulit pa'piong, mulai dari bibir sedikit demi sedikit hingga ke pangkalnya. Kurang lebih seperti mengupas kulit pisang. Bila masih hangat, dari bagian yang dibuka akan mengepul uap pa'piong yang menyebarkan aroma kelezatannya.

Berawal dari kehidupan toraja yang sangat dekat dengan alam, orang toraja mengandalkan apa yang tersedia dari alam untuk membuat pa'piong.

Yang diperlukan adalah daging dan sayuran sebagai bahan, bambu dan kayu bakar untuk memasak. Daging yang digunakan bisa daging babi, daging ayam, daging kerbau, hingga ikan mas, namun untuk pa'piong daging-daging tersebut tidak dicampur. Setiap pa'piong hanya khusus untuk satu jenis daging. Sayuran untuk pa'piong disebut bulunangko, tumbuh hapir di setiap kebun orang toraja. Selain bulunangko, ada juga yang menggunakan bahan lain seperti buah nangka muda, hingga batang pisang. Yang terakhir ini terdengar aneh namun terbukti rasanya jauh lebih disukai. Semua sayur dan bumbu mudah ditemukan di seluruh penjuru toraja.

Daging dipotong-potong, dicampur dengan sayur, garam, jahe, dan daun bawang putih. Bila yang dipiong adalah daging babi atau kerbau, campuran bahan-bahan tersebut dicampur lagi dengan darahnya. Darah memang dikonsumsi di toraja. Semuanya lalu dicampur merata, lalu dimasukkan ke dalam tabung-tabung bambu muda yang sudah dipotong sepanjang ruasnya. Selanjutnya, bambu ditutup/disumbat dengan remasan daun pisang lalu dibakar langsung di atas perapian.

Sebatang kayu pejal yang tidak cepat terbakar dibentangkan melintang, dan ditopang di kedua ujungnya. Inilah kayu penyangga. Pada kayu ini bambu-bambu pa'piong disandarkan dari satu sisi lalu dipanaskan oleh perapian yang dibuat memanjang di bawah kayu penyangga.

Selama dipanaskan, lemak-lemak dari daging akan meleleh keluar dan menjadi kuah cair yang membantu menyalurkan panas secara merata ke seluruh bagian pa'piong. Kuah-kuah dari lemak ini juga akan bertambah banyak dan mendidih hingga meresap dan meluap keluar menembus tutup pa'piong selama dipapar di perapian. Tidak hanya membantu menyebarkan panas, kuah lemak menyisakan penyatuan rasa yang fantastis antara daging, sayur, dan bahan-bahan bumbu pa'piong.

Sabtu, 19 Maret 2011

Suku Toraja adalah suku yang menetap di pegunungan bagian utara Sulawesi Selatan, Indonesia. Asal nama Toraja mulanya diberikan oleh suku Bugis Sidenreng dan dari Luwu. Orang Sidenreng menamakan penduduk daerah ini dengan sebutan To Riaja yang mengandung arti "Orang yang berdiam di negeri atas atau pegunungan", sedang orang Luwu menyebutnya To Riajang yang artinya adalah "orang yang berdiam di sebelah barat". Ada juga versi lain bahwa kata Toraya asal To = Tau (orang), Raya = dari kata Maraya (besar), artinya orang orang besar, bangsawan. Lama-kelamaan penyebutan tersebut menjadi Toraja. Kata Tana berarti 'negeri', sehingga tempat pemukiman suku Toraja dikenal kemudian dengan nama Tana Toraja.

Wilayah Tana Toraja juga digelari Tondok Lili'na Lapongan Bulan Tana Matari'allo, dengan arti harfiahnya "Negeri yang bulat seperti Bulan dan Matahari". Wilayah ini dihuni oleh satu etnis (etnis Toraja).

Menurut mitos, leluhur orang Toraja adalah manusia yang berasal dari nirwana, mitos yang tetap melegenda turun temurun hingga kini secara lisan dikalangan masyarakat Toraja ini menceritakan bahwa nenek moyang masyarakat Toraja yang pertama menggunakan "tangga dari langit" untuk turun dari nirwana, yang kemudian berfungsi sebagai media komunikasi dengan Puang Matua (Tuhan Yang Maha Kuasa - dalam bahasa Toraja).

Lain lagi versi dari DR. C. CYRUT seorang antropolog, dalam penelitiannya menuturkan bahwa masyarakat Tana Toraja merupakan hasil dari proses akulturasi antara penduduk lokal yang mendiami daratan Sulawesi Selatan dengan pendatang yang notabene adalah imigran dari Teluk Tongkin (daratan Tiongkok). Proses akulturasi antara kedua masyarakat tersebut, berawal dari berlabuhnya Imigran Indochina dengan jumlah yang cukup banyak di sekitar hulu sungai yang diperkirakan lokasinya di daerah Enrekang, kemudian para imigran ini, membangun pemukimannya di daerah tersebut.

Aluk adalah merupakan budaya/aturan hidup yang dibawa oleh kaum imigran dari dataran Indochina pada sekitar 3000 tahun sampai 500 tahun sebelum masehi.

Aluk biasa dihubungkan dengan kepercayaan masyarakat asli Toraja yang masih dipeluk oleh sebagian masyarakat Toraja saat ini. Salah satu contoh kebiasaan yang masih dipegang oleh penganut aluk adalah tidak memakan nasi pada saat upacara rambu solo'.

Aluk Sanda Saratu

Tokoh penting dalam penyebaran aluk ini antara lain: Tomanurun Tamboro Langi' yang merupakan pembawa aluk Sanda Saratu yang mengikat penganutnya dalam daerah terbatas yakni wilayah Tallu Lembangna.

Aluk Sanda Pitunna
Wilayah barat
Tokoh penting dalam penyebaran aluk ini di wilayah barat Tana Toraja yaitu : Pongkapadang bersama Burake Tattiu' yang menyebarkan ke daerah Bonggakaradeng, sebagian Saluputti, Simbuang sampai pada Pitu Ulunna Salu Karua Ba'bana Minanga, dengan memperkenalkan kepada masyarakat setempat suatu pranata sosial yang disebut dalam bahasa Toraja "to unnirui' suke pa'pa, to ungkandei kandian saratu yakni pranata sosial yang tidak mengenal strata.

Wilayah Timur
Di wilayah timur Tana Toraja, Pasontik bersama Burake Tambolang menyebarkannya ke daerah Pitung Pananaian, Rantebua, Tangdu, Ranteballa, Ta'bi, Tabang, Maindo sampai ke Luwu Selatan dan Utara dengan memperkenalkan pranata sosial yang disebut dalam bahasa Toraja : "To Unnirui' suke dibonga, To unkandei kandean pindan", yaitu pranata sosial yang menyusun tata kehidupan masyarakat dalam tiga strata sosial.

Wilayah Tengah
Tangdilino bersama Burake Tangngana menyebarkan aluk ke wilayah tengah Tana Toraja dengan membawa pranata sosial "To unniru'i suke dibonga, To ungkande kandean pindan".

Kesatuan adat
Seluruh Tondok Lepongan Bulan Tana Matari' Allo ( wilayah Tana Toraja) diikat oleh salah satu aturan yang dikenal dengan nama Tondok Lepongan Bulan Tana Matari' Allo yang secara harafiahnya berarti "Negri yang bulat seperti bulan dan Matahari". Nama ini mempunyai latar belakang yang bermakna, persekutuan negeri sebagai satu kesatuan yang bulat dari berbagai daerah adat. Ini dikarenakan Tana Toraja tidak pernah diperintah oleh seorang penguasa tunggal, tetapi wilayah daerahnya terdiri dari kelompok adat yang diperintah oleh masing-masing pemangku adat dan ada sekitar 32 pemangku adat di Toraja.

Karena perserikatan dan kesatuan kelompok adat tersebut, maka diberilah nama perserikatan bundar atau bulat yang terikat dalam satu pandangan hidup dan keyakinan sebagai pengikat seluruh daerah dan kelompok adat ters

Upacara adat
Di wilayah Kabupaten Tana Toraja terdapat dua upacara adat yang amat terkenal , yaitu upacara adat Rambu Solo' (upacara untuk pemakaman) dengan acara Sapu Randanan, dan Tombi Saratu', serta Ma'nene', dan upacara adat Rambu Tuka. Upacara-upacara adat tersebut di atas baik Rambu Tuka' maupun Rambu Solo' diikuti oleh seni tari dan seni musik khas Toraja yang bermacam-macam ragamnya.

Rambu Solo
Adalah sebuah upacara pemakaman secara adat yang mewajibkan keluarga yang almarhum membuat sebuah pesta sebagai tanda penghormatan terakhir pada mendiang yang telah pergi.
[sunting] Tingkatan upacara Rambu Solo

Upacara Rambu Solo terbagi dalam beberapa tingkatan yang mengacu pada strata sosial masyarakat Toraja, yakni:
* Dipasang Bongi: Upacara pemakaman yang hanya dilaksanakan dalam satu malam saja.
* Dipatallung Bongi: Upacara pemakaman yang berlangsung selama tiga malam dan dilaksanakan dirumah almarhum serta dilakukan pemotongan hewan.
* Dipalimang Bongi: Upacara pemakaman yang berlangsung selama lima malam dan dilaksanakan disekitar rumah almarhum serta dilakukan pemotongan hewan.
* Dipapitung Bongi:Upacara pemakaman yang berlangsung selama tujuh malam yang pada setiap harinya dilakukan pemotongan hewan.

Upacara Tertinggi
Biasanya upacara tertinggi dilaksanakan dua kali dengan rentang waktu sekurang kurangnya setahun, upacara yang pertama disebut Aluk Pia biasanya dalam pelaksanaannya bertempat disekitar Tongkonan keluarga yang berduka, sedangkan Upacara kedua yakni upacara Rante biasanya dilaksanakan disebuah lapangan khusus karena upacara yang menjadi puncak dari prosesi pemakaman ini biasanya ditemui berbagai ritual adat yang harus dijalani, seperti : Ma'tundan, Ma'balun (membungkus jenazah), Ma'roto (membubuhkan ornamen dari benang emas dan perak pada peti jenazah), Ma'Parokko Alang (menurunkan jenazah kelumbung untuk disemayamkan), dan yang terkahir Ma'Palao (yakni mengusung jenazah ketempat peristirahatan yang terakhir).

Berbagai kegiatan budaya yang menarik dipertontonkan pula dalam upacara ini, antara lain :

* Ma'pasilaga tedong (Adu kerbau), kerbau yang diadu adalah kerbau khas Tana Toraja yang memiliki ciri khas yaitu memiliki tanduk bengkok kebawah ataupun [balukku', sokko] yang berkulit belang (tedang bonga), tedong bonga di Toraja sangat bernilai tinggi harganya sampai ratusan juta; Sisemba' (Adu kaki)
* Tari tarian yang berkaitan dengan ritus rambu solo' seperti : Pa'Badong, Pa'Dondi, Pa'Randing, Pa'Katia, Pa'papanggan, Passailo dan Pa'pasilaga Tedong; Selanjutnya untuk seni musiknya: Pa'pompang, Pa'dali-dali dan Unnosong.;
* Ma'tinggoro tedong (Pemotongan kerbau dengan ciri khas masyarkat Toraja, yaitu dengan menebas kerbau dengan parang dan hanya dengan sekali tebas), biasanya kerbau yang akan disembelih ditambatkan pada sebuah batu yang diberi nama Simbuang Batu.

Kerbau Tedong Bonga adalah termasuk kelompok kerbau lumpur (Bubalus bubalis) merupakan endemik spesies yang hanya terdapat di Tana Toraja. Ke-sulitan pembiakan dan kecenderungan untuk dipotong sebanyak-banyaknya pada upacara adat membuat plasma nutfah (sumber daya genetika) asli itu terancam kelestariannya.

Menjelang usainya Upacara Rambu Solo', keluarga mendiang diwajibkan mengucapkan syukur pada Sang Pencipta yang sekaligus menandakan selesainya upacara pemakaman Rambu Solo'.

Rambu Tuka
Upacara adat Rambu Tuka' adalah acara yang berhungan dengan acara syukuran misalnya acara pernikahan, syukuran panen dan peresmian rumah adat/tongkonan yang baru, atau yang selesai direnovasi; menghadirkan semua rumpun keluarga, dari acara ini membuat ikatan kekeluargaan di Tana Toraja sangat kuat semua Upacara tersebut dikenal dengan nama Ma'Bua', Meroek, atau Mangrara Banua Sura'.

Untuk upacara adat Rambu Tuka' diikuti oleh seni tari : Pa' Gellu, Pa' Boneballa, Gellu Tungga', Ondo Samalele, Pa'Dao Bulan, Pa'Burake, Memanna, Maluya, Pa'Tirra', Panimbong dan lain-lain. Untuk seni musik yaitu Pa'pompang, pa'Barrung, Pa'pelle'. Musik dan seni tari yang ditampilkan pada upacara Rambu Solo' tidak boleh (tabu) ditampilkan pada upacara Rambu Tuka'.

Nilai Tradisi Vs Keagamaan
DALAM kepercayaan asli masyarakat Tana Toraja yang disebut Aluk Todolo, kesadaran bahwa manusia hidup di Bumi ini hanya untuk sementara, begitu kuat. Prinsipnya, selama tidak ada orang yang bisa menahan Matahari terbenam di ufuk barat, kematian pun tak mungkin bisa ditunda.

Sesuai mitos yang hidup di kalangan pemeluk kepercayaan Aluk Todolo, seseorang yang telah meninggal dunia pada akhirnya akan menuju ke suatu tempat yang disebut puyo; dunia arwah, tempat berkumpulnya semua roh. Letaknya di bagian selatan tempat tinggal manusia. Hanya saja tidak setiap arwah atau roh orang yang meninggal itu dengan sendirinya bisa langsung masuk ke puyo. Untuk sampai ke sana perlu didahului upacara penguburan sesuai status sosial semasa ia hidup. Jika tidak diupacarakan atau upacara yang dilangsungkan tidak sempurna sesuai aluk (baca: ajaran dan tata cara peribadatan), yang bersangkutan tidak dapat mencapai puyo. Jiwanya akan tersesat.

"Agar jiwa orang yang ’bepergian’ itu tidak tersesat, tetapi sampai ke tujuan, upacara yang dilakukan harus sesuai aluk dan mengingat pamali. Ini yang disebut sangka’ atau darma, yakni mengikuti aturan yang sebenarnya. Kalau ada yang salah atau biasa dikatakan salah aluk (tomma’ liong-liong), jiwa orang yang ’bepergian’ itu akan tersendat menuju siruga (surga)," kata Tato’ Denna’, salah satu tokoh adat setempat, yang dalam stratifikasi penganut kepercayaan Aluk Todolo mendapat sebutan Ne’ Sando.

Selama orang yang meninggal dunia itu belum diupacarakan, ia akan menjadi arwah dalam wujud setengah dewa. Roh yang merupakan penjelmaan dari jiwa manusia yang telah meninggal dunia ini mereka sebut tomebali puang. Sambil menunggu korban persembahan untuknya dari keluarga dan kerabatnya lewat upacara pemakaman, arwah tadi dipercaya tetap akan memperhatikan dari dekat kehidupan keturunannya.

Oleh karena itu, upacara kematian menjadi penting dan semua aluk yang berkaitan dengan kematian sedapat mungkin harus dijalankan sesuai ketentuan. Sebelum menetapkan kapan dan di mana jenazah dimakamkan, pihak keluarga harus berkumpul semua, hewan korban pun harus disiapkan sesuai ketentuan. Pelaksanaannya pun harus dilangsungkan sebaik mungkin agar kegiatan tersebut dapat diterima sebagai upacara persembahan bagi tomebali puang mereka agar bisa mencapai puyo alias surga

Jika ada bagian-bagian yang dilanggar, katakanlah bila yang meninggal dunia itu dari kaum bangsawan namun diupacarakan tidak sesuai dengan tingkatannya, yang bersangkutan dipercaya tidak akan sampai ke puyo. Rohnya akan tersesat. Sementara bagi yang diupacarakan sesuai aluk dan berhasil mencapai puyo, dikatakan pula bahwa keberadaannya di sana juga sangat ditentukan oleh kualitas upacara pemakamannya. Dengan kata lain, semakin sempurna upacara pemakaman seseorang, maka semakin sempurnalah hidupnya di dunia keabadian yang mereka sebut puyo tadi.

To na indanriki’ lino
To na pake sangattu’
Kunbai lau’ ri puyo
Pa’ Tondokkan marendeng
Kita ini hanyalah pinjaman dunia yang dipakai untuk sesaat. Sebab, di puyo-lah negeri kita yang kekal. Di sana pula akhir dari perjalanan hidup yang sesungguhnya.

Bisa dimaklumi bila dalam setiap upacara kematian di Tana Toraja pihak keluarga dan kerabat almarhum berusaha untuk memberikan yang terbaik. Caranya adalah dengan membekali jiwa yang akan bepergian itu dengan pemotongan hewan-biasanya berupa kerbau dan babi-sebanyak mungkin. Para penganut kepercayaan Aluk Todolo percaya bahwa roh binatang yang ikut dikorbankan dalam upacara kematian tersebut akan mengikuti arwah orang yang meninggal dunia tadi menuju ke puyo.

Kepercayaan pada Aluk Todolo pada hakikatnya berintikan pada dua hal, yaitu padangan terhadap kosmos dan kesetiaan pada leluhur. Masing-masing memiliki fungsi dan pengaturannya dalam kehidupan bermasyarakat. Jika terjadi kesalahan dalam pelaksanaannya, sebutlah seperti dalam hal "mengurus dan merawat" arwah para leluhur, bencana pun tak dapat dihindari.

Berbagai bentuk tradisi yang dilakukan secara turun-temurun oleh para penganut kepercayaan Aluk Todolo-termasuk ritus upacara kematian adat Tana Toraja yang sangat dikenal luas itu-kini pun masih bisa disaksikan. Meski terjadi perubahan di sana-sini, kebiasaan itu kini tak hanya dijalankan oleh para pemeluk Aluk Todolo, masyarakat Tana Toraja yang sudah beragama Kristen dan Katolik pun umumnya masih melaksanakannya. Bahkan, dalam tradisi penyimpanan mayat dan upacara kematian, terjadi semacam "penambahan" dari yang semula lebih sederhana menjadi kompleks dan terkadang berlebihan.

Sebagai contoh, ajaran Aluk Todolo menghendaki agar orang yang meninggal dunia harus segera diupacarakan dan secepatnya dikuburkan. Maksud dari ajaran ini, seperti dikutip oleh M Ghozali Badrie dalam penelitiannya tentang "Penyimpanan Mayat di Tana Toraja", supaya keluarga yang ditinggalkan dapat melaksanakan upacara-upacara lain yang bersifat kegembiraan. Sebab, adalah pamali atau melanggar ketentuan aluk bila upacara kegembiraan (rambu tuka’) dilaksanakan bila ada orang mati (to mate). Untuk mengatasi hal yang berlawanan ini, masyarakat Tana Toraja lalu mengatakan, mayat tersebut belum mati, tetapi dianggap sebagai orang yang masih sakit (to makula). Dengan begitu, mereka yang ingin melaksanakan upacara rambu tuka’ tidak terhalang hanya karena ada mayat di kampung tersebut.

Jumat, 18 Maret 2011

Kulit Mulus Dengan Kopi

Lulur Kopi

Kopi? Hmmm…! Yang terbayang pertama kali pasti adalah aromanya yang khas. Jika Anda bukan penggemar kopi dan berpendapat bahwa minum kopi dianggap tak menyehatkan, Anda masih bisa, kok, menikmati kopi dan merasakan manfaatnya. Karena, ternyata kopi memiliki banyak khasiat untuk kecantikan kulit.

RAMUAN DUNIA
Kopi mengandung kafein tinggi yang selain mampu meningkatkan produksi adrenalin, juga dapat menghilangkan kantuk, dan mengurangi sakit kepala karena pelebaran pembuluh darah. Khasiat lainnya adalah mampu menurunkan produksi laktat yang merupakan sisa metabolisme energi otot yang menimbulkan rasa pegal-pegal pada tubuh.


Di India ada yang disebut perawatan udwartanam, yaitu perawatan scrub atau lulur dengan menggunakan media kopi. Perawatan yang memakan waktu kurang lebih 1,5 jam ini dipercaya dapat melangsingkan tubuh serta menghaluskan kulit jika dilakukan secara teratur.
Bagaimana langkah perawatannya?

Pertama, kulit disikat dengan menggunakan sikat tubuh, kemudian kopi dibalurkan ke seluruh tubuh sambil digosok. Setelah itu, proses diulang kembali dengan menggunakan bubuk herba khas India. Kemudian, setelah tahap scrubbing selesai, dilakukan sauna agar khasiat kopi dan bubuk herba dapat lebih menyerap ke dalam lapisan kulit. Kopi yang digunakan adalah biji kopi murni yang ditumbuk sendiri.

9 FAKTA KOPI UNTUK KECANTIKAN

  1. Mampu mengangkat sel kulit mati sehingga bisa memperbaiki kulit yang rusak.
  2. Dapat menetralkan kulit yang teriritasi sekaligus memberi nutrisi pada kulit.
  3. Bisa menghilangkan bau badan.
  4. Mampu merevitalisasi sel kulit baru dan menjaga kelembapan kulit.
  5. Mampu menghilangkan bekas jerawat, vlek, dan noda hitam membandel.
  6. Bisa menghilangkan selulit jika dilakukan secara teratur.
  7. Dapat memperbaiki sirkulasi darah dan memecah lemak di tubuh yang dapat menimbulkan selulit.
  8. Berfungsi sebagai astringent karena kandungan pH-nya sama dengan kulit kita (4,5) sehingga mampu mengurangi dan menghilangkan jerawat ataupun noda di kulit.
  9. Memberi proteksi terhadap sinar UVA atau UVB.

Senin, 14 Maret 2011

7 Langkah Memanage Waktu Dengan Baik


Sulit mengatur waktu karena beban pekerjaan yang terasa semakin berat? Meskipun kehadiran teknologi canggih seperti komputer, internet dan handphone makin memudahkan kehidupan Anda dalam mengakses pekerjaan, namun masih banyak saja yang merasa kesulitan membagi waktu antara kehidupan pribadi, keluarga dan pekerjaan. Mereka beranggapan waktu begitu cepat berlalu, sementara pekerjaan di kantor maupun di rumah masih siap menghadang.
Mulailah belajar memanage waktu agar kehidupan Anda tak selalu monoton dan membuat diri Anda tertekan. Mau tau cara efektif untuk mengatur waktu Anda dengan baik?

1.Susun program kerja Anda sebaik mungkin.
Buatlah jadwal pekerjaan apa saja yang harus diselesaikan dalam satu minggu atau satu bulan ke depan Tentukan juga batas waktu penyelesaian dari masing-masing tugas tersebut. Dengan demikian semua tugas dapat Anda kontrol dengan baik.

2.Rencanakan untuk menyelesaikan proyek tersulit.
Jika disela-sela rutinitas pekerjaan, Anda memiliki sedikit waktu luang, cobalah untuk mengerjakan tugas atau suatu proyek yang agak berat.

3.Atur waktu untuk diri sendiri dan juga orang lain.
Jika ingin memiliki waktu lebih, cobalah mengatur ritme kehidupan Anda, dengan bangun 1 jam 30 menit lebih awal atau tidur malam satu setengah jam lebih larut dibanding biasanya. Namun sesibuk apapun diri Anda, jangan pernah lupa untuk menyempatkan diri bertemu dengan sang kekasih, pergi lunch bareng teman-teman atau sekedar berkumpul dengan keluarga. Selain bisa mempererat hubungan, juga dapat membantu merelakskan pikiran dan mengurangi tekanan akibat pekerjaan.

4.Delegasikan tugas sebanyak yang bisa Anda berikan.
Mintalah bantuan karyawan Anda untuk mengerjakan tugas atau proyek kantor bila Anda sudah terlalu disibukan dengan tugas lainnya. Sementara di rumah, ajak anak-anak untuk membantu Anda dalam membersihkan rumah atau carilah pembantu rumah tangga bila Anda benar-benar mengalami kesulitan untuk mengerjakan tugas rumah seorang diri.

5.Belajar untuk berkata tidak.
Mungkin Anda sering mendapat tawaran untuk menjadi anggota salah satu organisasi tertentu. atau juga sering mendapat undangan untuk menghadiri suatu acara. Tolaklah tawaran dan permintaan itu secara halus jika Anda tidak memiliki banyak waktu untuk menghadirinya.

6.Segera tanggulangi pekerjaan yang tertunda.
Jika masih ada pekerjaan yang belum terselesaikan, segera atasi. Semakin banyak dan sering Anda menunda pekerjaan maka akan semakin menumpuk dan memberatkan diri Anda.

7.Jangan terlalu perfeksionis.
Memiliki sikap perfeksionis memang tidak salah, namun jika terlalu berlebihan malah bisa merugikan Anda. Jangan buang waktu Anda dengan percuma hanya karena terobsesi untuk mendapatkan hasil yang sempurna. Padahal sisa waktu tersebut mungkin masih bisa Anda gunakan untuk hal-hal lain yang lebih bermanfaat.

Kamis, 10 Maret 2011

Cara dan Tahap Install Windows XP

Salama' sitammu sola nasang. Iatu apa la kusura' totemo (eh... kok jadi bahasa Toraja, he.....he.....he.....)
Pada postingan kali ini saya akan menjelaskan cara dan tahap-tahap menginstall windows XP, adapun Spesifikasi minimum hardware yang dibutuhkan adalah sebagai berikut:
• Prosesor Pentium 1.5 Ghz/AMD yang setara
• CDROM/DVDROM drive
• RAM 128 MB
  1. Siapkan CD master Windows XP terlebih dahulu kemudian masukan ke dalam CDROM/DVDROM kalian. Lalu restart komputer kalian, kemudian akan muncul tampilan seperti gambar lalu tekan tombol Delete pada keyboard agar kalian dapat masuk di BIOS(Basic Input Output System) komputer. Pada beberapa jenis Mainboard harus menekan tombol F2 pada keyboard. kalian dapat melihatnya pada perintah Press DEL to run Setup.
  2. Setelah tampilan BIOS muncul, pilih Boot pada menu dan pilih item Boot Device Priority seperti pada gambar.
  3. Setelah itu kalian ganti [CDROM] pada posisi 1st Boot Device supaya boot pertama kali melalui CDROM. Lalu tekan F10 untuk menyimpan konfigurasi kalian.
  4. Restart komputer tunggu hingga muncul tulisan "press any key to boot from CD" lalu tekan ENTER atau sembarang tombol dengan cepat.
  5. Setelah itu akan muncul tampilan seperti ini, kalian tunggu saja sebentar
  6. Pada tampilan berikutnya tekan Enter untuk melanjutkan proses instal atau R untuk melakukan repair/reparasi Windows di Recovery Consule atau F3 untuk mengakhiri proses instal.
  7. Berikutnya pada Lisencing Agreement tekan F8 untuk melanjutkan dan ESC untuk membatalkan proses.
  8. Pada gambar posisi partisi belum terisi oleh sistem windows.Tekan C untuk membuat partisi baru pada harddisk dan Enter untuk menginstal (jika harddisk masih baru), Jika kalian sudah mempunyai atau membagi partisi, kalian tinggal pilih partisi mana yang akan dipakai lalu tekan ENTER.
  9. Lalu masukan berapa besar kapasitas partisi yang ingin kalian buat dalam satuan megabytes(MB) dan tekan Enter untuk membuat partisinya seperti terlihat pada gambar.
  10. tekan Enter untuk melakukan proses instal atau Delete untuk menghapus partisi.
  11. Dan pilih NTFS file system (Quick) atau FAT file system (Quick) lalu tekan Enter.
  12. Tunggu proses Format dan Copy sampai selesai dan komputer restart
  13. Kemudian akan muncul tampilan seperti ini
  14. Setelah itu proses install akan dimulai
  15. Disela proses install akan muncul tampilan gambar seperti ini, pilih Customize untuk merubah bahasa Kemudian Klik NEXT.
  16. Setelah itu kalian sampai pada layar berikut, isikan dengan Nama dan Organisasi kalian kemudian tekan Next.
  17. Silahkan isi Product Key atau serial number windows Xp
  18. Isikan nama komputer dan password untuk mengaksesnya lalu tekan Next (Untuk password kalian bisa mengkosongkannya)
  19. Set Time Zone lalu klik Next (untuk indonesia biasanya pilih yang Hanoi/jakarta)
  20. Typical settings: Pada option ini settingan jaringan akan dibuat default windows dan Custom settings: Untuk mensetting jaringan kalian secara manual lalu klik Next.
  21. Bila kalian terhubung kejaringan local dengan domain pilih option Yes, lalu isi dengan nama DOMAIN yang sama dengan DOMAIN jaringan kalian dan sebaliknya jika tidak terhubung kejaringan atau terhubung tapi tanpa DOMAIN pilih option No, sekali lagi tekan Next.
  22. Kemudian akan muncul tampilan display setting, Kalian KLIK OK dan OK.
  23. Tahap selanjutnya akan muncul tampilan loading berikut ini:
  24. Pada tahap ini kalian akan dibawa ke tahap configurasi, kalian Klik Next, pada pilih Automatic Update Kalian Klik Not Right Now lalu Next, Kemudian Klik Next, dan Finish.
  25. Terakhir akan muncul tampilan Dekstop Windows. Sekarang kalian tinggal menginstal driver hardware CPU kalian.

Semoga bermanfaat.

Selasa, 08 Maret 2011

Cara Install Windows XP 10 Menit - Bagian I

Artikel ini adalah awalan ketika kita mau install Windows XP dalam 10 Menit. Dan yg kita bahas kali ini adalah tentang Urutan Cara Install Windows XP 10 Menit. Jadi untuk cara detailnya ada di posting berikutnya, karena kalau langsung dibahas disini terlalu panjang. Mari kita lanjuuttt ...

File Image Ghost ini adalah hasil dari Windows kita yg dijadikan 1 file image .gho oleh program norton ghost. Dan kebetulan kali ini kita menggunakan Hiren's CD yg didalamnya sudah ada Norton Ghost 11.5.
Hiren's CD bisa di cari dan download di sini. trus klik search.....

Berikut Urutan Cara Install Windows XP 10 Menit :

  1. Bagi harddisk menjadi 2 bagian / partisi.
  2. Instal windows xp + software pelengkapnya (winamp, adobe reader, dll). Tapi jangan install drivernya.
  3. Ubah IDE Controller Driver di Device Manager menjadi Standart agar windows tidak blue screen jika dipindah ke komputer lain. untuk lebih jelasnya cari artikel tentang Cara Agar Windows tidak Blue Screen ketika Di Pindah ke Komputer lain.
  4. Jika Instalan Windows dan software standart pelengkapnya sudah OK, selanjutnya adalah ....
  5. Buat file Image Ghost dari Instalan Windows yg kita buat tadi. Buat Imagenya yang PARTISI TO IMAGE. Agar bisa digunakan lebih flexibel, yaitu bisa kita pasang di komputer servisan yg windowsnya rusak sedangkan datanya ada di drive selain C.
  6. File Image Ghost ini bisa digunakan untuk install di sembarang komputer dengan catatan. (catatan ada di bagian bawah)
  7. Siapkan komputer yg akan di install, bisa komputer baru, bisa komputer servisan.
    INGAT JANGAN SAMPAI SALAH RESTORE GHOST karena data akan di tumpuk dengan FILE IMAGE GHOST (data bisa hilang).
  8. Pasang Harddisk yg akan di install dan Harddisk yang ada FILE IMAGE GHOST yg baru dibuat tadi.
  9. Untuk Komputer baru : bagi harddisk minimal 2 bagian, kemudian Restore File Image Ghost tadi dengan perintah ghost PARTITION FROM IMAGE ke drive C dengan sumber image dari FILE IMAGE GHOST yg kita buat tadi.
  10. Untuk komputer servisan : pastikan drive C (drive yg akan di install ulang) tidak ada datanya (jika ada data pindah semua data ke drive / harddisk lain). Kemudian Restore File Image Ghost tadi dengan perintah ghost PARTITION FROM IMAGE ke drive C dengan sumber image dari FILE IMAGE GHOST yg kita buat tadi.
  11. Proses restore FILE IMAGE GHOST ini butuh waktu kurang lebih 10 menit, bahkan bisa kurang tergantung spesifikasi komputer kita.
  12. Jika sudah selesai proses ghostnya. Matikan komputer dan lepas harddisk yg ada file image ghostnya. INGAT langkah ini penting, karena kalau harddisk sumber tidak dilepas maka hasilnya windows tidak akan bisa login.
  13. Kemudian test windowsnya dan windows akan mendeteksi hardware baru. Dan install driver yg belum terpasang.
  14. Selesai.
CATATAN :
  1. Image Ghost Komputer Pentium 3 800Mhz bisa digunakan untuk restore ke Pentium 3, 4 soket 478, 4 soket LGA, bahkan kadang Laptop seri lama.
  2. Image Ghost Komputer Pentium 4 soket 478 bisa digunakan untuk restore ke Pentium 3, 4 soket 478, 4 soket LGA, bahkan kadang Laptop seri lama.
  3. Image Ghost Komputer Pentium 4 soket LGA bisa digunakan untuk restore ke Pentium 4 soket 478 (tapi ada yg gak bisa), 4 soket LGA.
  4. Untuk restore laptop, maka kita harus membuat image ghostnya dengan windows laptop juga, karena kebanyakan image ghost dari PC tidak berhasil.
Untuk penyimpanan File Image Ghost : Bisa dg Harrdisk, Flasdisk, ataupun harddisk external, yang penting bisa dikenali oleh program Norton Ghost 11.5 tadi. Dan cara ini sering juga di gunakan untuk Windows Seven dan berhasil. Bersambung di Cara Install Windows XP 10 Menit - Bagian II ,....

Cara Install Windows XP 10 Menit - Bagian II

Kurre Sumanga' Pole Paraya (Bahasa Toraja), akhirnya bisa melanjutkan posting artikel yang tertinggal, kali ini kita akan mencoba melanjutkan pembahasan yg sempat tertunda yaitu Cara Install Windows XP 10 Menit - Bagian II, melanjutkan Posting Sebelumnya di Cara Install Windows XP 10 Menit - Bagian I. Ok langsung saja ya ....

Langkah I : Membuat Instalan Windows XP + Office + Program Standart Lainnya.

  1. Bagi harddisk menjadi minimal 2 bagian / partisi.
  2. Instal windows XP + software pelengkapnya (office, winamp, adobe reader, dll). Tapi jangan install drivernya.
  3. Ubah IDE Controller Driver di Device Manager menjadi Standart agar windows tidak blue screen jika dipindah ke komputer lain. Caranya baca di SINI
  4. Jika Instalan Windows dan software standart pelengkapnya sudah OK, selanjutnya adalah ....
  5. Buat file Image Ghost dari Instalan Windows yg kita buat tadi. Buat Imagenya yang PARTISI TO IMAGE. Agar bisa digunakan lebih flexibel, yaitu bisa kita pasang di komputer servisan yg windowsnya rusak sedangkan datanya ada di drive selain C.
  6. File Image Ghost ini bisa digunakan untuk install di sembarang komputer dengan catatan. (catatan ada di bagian bawah)

Langkah II : Cara Membuat File Image Ghost Master Untuk Windows XP :
  1. Siapkan Hiren’s Boot CD. Jika belum punya, download di INDOWEBSTER
  2. Masukkan Hiren’s Boot CD.
  3. Nyalakan komputer, masuk ke BIOS dengan menekan DEL/F2/F8/F12 sesuai dengan BIOS PC Anda.
  4. Masuk ke Bagian Boot Sequence/Urutan Booting. Pastikan media yang Anda gunakan menempati urutan pertama booting. Misalnya: Anda memilih menggunakan CD Hiren’s, pastikan CDROM berada pada posisi booting pertama.
  5. Pada menu Booting Hiren’s, pilih ‘Start Boot CD’
  6. Selanjutnya download panduan gambarnya di link berikut. Karena gambarnya terlalu banyak dan membuat akses blog menjadi lambat, maka dengan terpaksa Kang Eko tidak menampilkan langsung di blog ini. Berikut linknya :
Panduan Buat WinXp IMAGEGHOST

CATATAN :
  1. Image Ghost Komputer Pentium 3 800Mhz bisa digunakan untuk restore ke Pentium 3, 4 soket 478, 4 soket LGA, bahkan kadang Laptop seri lama.
  2. Image Ghost Komputer Pentium 4 soket 478 bisa digunakan untuk restore ke Pentium 3, 4 soket 478, 4 soket LGA, bahkan kadang Laptop seri lama.
  3. Image Ghost Komputer Pentium 4 soket LGA bisa digunakan untuk restore ke Pentium 4 soket 478 (tapi ada yg gak bisa), 4 soket LGA.
  4. Untuk restore laptop, maka kita harus membuat image ghostnya dengan windows laptop juga, karena kebanyakan image ghost dari PC tidak berhasil.
Untuk penyimpanan File Image Ghost :

Bisa dg Harrdisk, Flasdisk, ataupun harddisk external, yang penting bisa dikenali oleh program Norton Ghost 11.5 tadi.

Bersambung ke Cara Install Windows XP 10 Menit - Bagian III (FINAL) ....


Agar Buah & Sayuran Tetap Segar

Anda penyuka salad? Jangan khawatir, ada kok caranya agar makanan favorit Anda ini tetap terasa segar dan lezat.

# Agar Salad Tetap Segar
Bila ada salad yang tersisa, jangan segera dibuang. Tutup saja dulu wadahnya dengan tisu dapur yang lembab, lalu tutup rapat dengan plastik kemasan atau masukkan dalam wadah khusus yang kedap udara. Simpan di dalam lemari es.

# Mengakali Nanas Sisa
Selamatkan sisa buah nanas (segar maupun kalengan) dalam freezer. Boleh dipotong-potong kecil terlebih dulu sebelum dimasukkan ke dalam freezer. Manfaatkan nanas beku ini untuk salad buah, tambahkan buah-buahan lain, atau haluskan untuk menjadi smoothie yang lezat. Atau, jadikan es batu dalam cetakan es. Anak-anak pasti suka bila di dalam minumannya ada es batu yang unik ini.

# Manfaatkan Sisa Roti
Buatlah roti sisa menjadi remah-remah atau dalam bentuk potongan-potongan kecil lalu bekukan. Sediakan dua wadah khusus dalam freezer, satu untuk potongan roti putih, dan satunya lagi untuk pinggiran roti yang berwarna coklat. Itu dapat dimanfaatkan sebagai topping, tambahan puding lapis, bahan pengisi saat membuat penganan, pengental saus, atau campuran telur orak-arik.

# Segarkan Kembali Sayuran Layu
Agar sayuran hijau dan daun salad tak terlihat layu saat disajikan, rendam terlebih dulu di dalam air dingin selama 30 menit.

# Usir Serangga Pada Sayuran
Tak jarang ada ulat atau serangga kecil lain yang ikut terbawa dalam sayuran yang dipetik langsung dari kebun. Untuk mengusirnya, isi baskom dengan air dingin lalu tambahkan beberapa sendok makan garam. Masukkan sayuran hijau ke dalamnya dan biarkan selama 20 menit. Dedaunan hijau akan terbebas dari pengganggu karena binatang kecil tadi akan tenggelam di dasar baskom.

# Wortel Tahan Lama
Agar wortel tahan berminggu-minggu, potong segera bagian bonggol dan ekor wortel yang belum dikupas. Lalu masukkan ke dalam wadah kedap udara dan simpan di dalam kulkas.