Tampilkan postingan dengan label Cerita Hari ini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Hari ini. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Juli 2011

Setelah Sukses… Berartikah Saya?

Anda pernah mendengar kisah Rick Waren, penulis buku: “The purpose driven life” yang terkenal itu? Dalam wawancara yang dilakukan oleh Paul Bradshaw, Rick Waren mengemukakan tentang tujuan hidupnya, apa yang ia dan istrinya dapatkan dalam menghadapi penyakit kanker yang diderita istrinya sampai kepada ketenaran yang didapatkannya karena buku yang ditulisnya terjual 20 juta copy. Tetapi lebih dari pada pengalaman hidupnya, komitmen hidupnya pun sangat luar biasa. Ia mengatakan, walaupun dia mendapatkan banyak uang dari penjualan bukunya, ia dan keluarganya tidak akan merubah gaya hidup mereka. Anda bisa membayangkan, 20 juta copy terjual! Ia bukan saja menjadi tenar tapi juga kaya mendadak.. Saya teringat akan John Wesley yang pernah berkata, “Penghasilan bertambah tidak seharusnya pengeluaran bertambah, tetapi pemberian yang meningkat”. Dan sepanjang hidupnya ia telah memberikan sekitar 30 juta poundsterling yang dihasilkan selama hidupnya!

Kita sering mendengar orang berkata bahwa hidup sekarang ini susah, segala sesuatu serba mahal, belum lagi gaji tidak kunjung naik! Dizaman yang susah begini, pernahkah Anda menanyakan kepada diri Anda sendiri, bagaimana jika Anda tiba-tiba mendapat suatu keuntungan besar dan menjadi “Orang Kaya Baru”. Apa yang akan Anda lakukan? Saya pernah menyaksikan infotainment di televisi, beberapa artis yang kaya mendadak karena ketenaran dirinya ataupun ketenaran pasangannya, langsung mengubah gaya hidup mereka. Mungkin Anda juga akan mengubah gaya hidup Anda; pindah ke perumahan elite, membeli mobil baru, dlsb. Impian sudah menjadi kenyataan!
Anda ingin tahu apa yang dilakukan Rick Waren dengan kekayaannya? Rick dan istrinya, Kay Waren, menyumbangkan 90% dari penghasilan mereka kepada 3 yayasan; “Acts of mercy”, yang melayani mereka yang menderita AIDS, “equipping the church”, yang melatih pemimpin-pemimpin gereja dinegara berkembang dan “The Global Piece Fund”, yang membantu mereka yang miskin, yang sakit dan yang buta huruf. Rick juga berhenti menerima gaji dari gereja tempat dia melayani atas keinginannya sendiri. Kemudian dia juga menghitung kembali semua gaji yang telah dia terima selama 24 tahun terakhir sejak dia memasuki gereja dan mengambalikanya. “Melayani Tuhan tanpa memungut bayaran”, katanya.
Tentu saja, Anda tidak harus menjadi kaya dahulu untuk melakukan apa yang Rick Ware lakukan. Lihatlah saudara-saudar seiman Anda di gereja Anda, mereka membutuhkan perhatian Anda, mereka butuh doa Anda. Jika Anda tidak mempunyai kekayaan untuk diberikan, mengapa tidak memberikan waktu Anda? Mari kita “melayani Tuhan tanpa memungut bayaran” dengan segala kekuatan yang ada pada kita, uang kita yang tidak seberapa, waktu yang semua orang sama banyaknya, yaitu 24 jam. Kita mungkin tidak memiliki kekayaan sebesar Rick Waren, tapi kita bisa memiliki iman seperti Rick Waren. Marilah kita melayani Dia, Si Pemberi Hidup!
DOA: Tuhan , ajarlah aku agar dapat menguasari diriku dan tidak ikut arus dunia ini. Aku ingin agar aku dapat menjadi berkat bagi banyak orang. Dalam Nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.

Kata-kata bijak: Hanya dibutuhkan sebuah komitmen untuk melayani sesama.

Jumat, 01 Juli 2011

KEKAYAAN, KESUKSESAN, DAN CINTA

Suatu ketika, ada seorang wanita yang kembali pulang ke rumah,dan ia melihat ada 3 orang pria berjanggut yang duduk di halaman depan. Wanita itu tidak mengenal mereka semua. Wanita itu berkata: "Aku tidak mengenal Anda, tapi aku yakin Anda semua pasti sedang lapar.Mari masuk ke dalam, aku pasti punya sesuatu untuk menganjal perut. Pria berjanggut itu lalu balik bertanya, "Apakah suamimu sudah pulang? Wanita itu menjawab, "Belum, dia sedang keluar. "Oh kalau begitu, kami tak ingin masuk.


Kami akan menunggu sampai suami mu kembali, katapria itu. Di waktu senja, saat keluarga itu berkumpul, sang isteri menceritakan semua kejadian tadi. Sang suami, awalnya bingung dengan kejadian ini, lalu ia berkata pada istrinya, "Sampaikan pada mereka, aku telah kembali, dan mereka semua boleh masuk untuk menikmati makan malam ini.

Wanita itu kemudian keluar dan mengundang mereka untuk masuk ke dalam. "Maaf, kami semua tak bisa masuk bersama-sama", kata pria itu hampir bersamaan."Lho, kenapa? tanya wanita itu karena merasa heran.

Salah seorang pria itu berkata, "Nama dia Kekayaan,"katanya sambil menunjuk seorang pria berjanggut di sebelahnya, dan "sedangkan yang ini bernama Kesuksesan, sambil memegang bahu pria berjanggut lainnya.

Sedangkan aku sendiri bernama Cinta. Sekarang, coba tanya kepada suamimu, siapa diantara kami yang boleh masuk ke rumahmu.

Wanita itu kembali masuk kedalam, dan memberitahu pesan pria di luar. Suaminya pun merasa heran. "Ohho...menyenangkan sekali. Baiklah, kalau begitu, coba kamu ajak si Kekayaan masuk ke dalam. Aku ingin rumah ini penuh dengan Kekayaan. Istrinya tak setuju dengan pilihan itu. Ia bertanya, "sayangku, kenapa kita tak mengundang si Kesuksesan saja? Sebab sepertinya kita perlu dia untuk membantu keberhasilan panen gandum kita. "Ternyata, anak mereka mendengarkan percakapan itu. Ia pun ikut mengusulkan siapa yang akan masuk ke dalam rumah. "Bukankah lebih baik jika kita mengajak si Cinta yang masuk ke dalam? Rumah kita ini akan nyaman dan penuh dengan kehangatan Cinta. Suami-istri itu setuju dengan pilihan buah hati mereka. "Baiklah, ajak masuk si Cinta ini ke dalam. Dan malam ini, Si Cinta menjadi teman santap malam kita.

Wanita itu kembali ke luar, dan bertanya kepada 3 pria itu. "Siapa diantara Anda yang bernama Cinta? Ayo, silahkan masuk, Anda menjadi tamu kita malam ini. Si Cinta bangkit, dan berjalan menuju beranda rumah. Ohho..ternyata, kedua pria berjanggut lainnya pun ikut serta.

Karena merasa ganjil, wanita itu bertanya kepada si Kekayaan dan si Kesuksesan. "Aku hanya mengundang si Cinta yang masuk ke dalam, tapi kenapa kamu ikut juga? Kedua pria yang ditanya itu menjawab bersamaan. "Kalau Anda mengundang si Kekayaan, atau si Kesuksesan, maka yang lainnya akan tinggal di luar. Namun, karena Anda mengundang si Cinta, maka, kemana pun Cinta pergi, kami akan ikut selalu bersamanya. Dimana ada Cinta, maka Kekayaan dan Kesuksesan juga akan ikut serta. Sebab, ketahuilah, sebenarnya kami buta. Dan hanya si Cinta yang bisa melihat. Hanya dia yang bisa menunjukkan kita pada jalan kebaikan, kepada jalan yang lurus. Maka, kami butuh bimbingannya saat berjalan. Saat kami menjalani hidup ini.

http://suaramalaikatmu.blogspot.com

Jumat, 17 Juni 2011

Belajar Berkata "Cukup"

Alkisah, seorang petani menemukan sebuah mata air ajaib. Mata air itu bisa mengeluarkan kepingan uang emas yang tak terhingga banyaknya. Mata air itu bisa membuat si petani menjadi kaya raya seberapapun yang diinginkannya, sebab kucuran uang emas itu baru akan berhenti bila si petani mengucapkan kata "cukup".

Seketika si petani terperangah melihat kepingan uang emas berjatuhan di depan hidungnya. Diambilnya beberapa ember untuk menampung uang kaget itu. Setelah semuanya penuh, dibawanya ke gubug mungilnya untuk disimpan disana.


Kucuran uang terus mengalir sementara si petani mengisi semua karungnya, seluruh tempayannya, bahkan mengisi penuh rumahnya. Masih kurang! Dia menggali sebuah lubang besar untuk menimbun emasnya. Belum cukup, dia membiarkan mata air itu terus mengalir hingga akhirnya petani itu mati tertimbun bersama ketamakannya karena dia tak pernah bisa berkata cukup.

Kata yang paling sulit diucapkan oleh manusia barangkali adalah kata "cukup". Kapankah kita bisa berkata cukup? Hampir semua pegawai merasa gajinya belum bisa dikatakan sepadan dengan kerja kerasnya. Pengusaha hampir selalu merasa pendapatan perusahaannya masih dibawah target. Istri mengeluh suaminya kurang perhatian.

Suami berpendapat istrinya kurang pengertian. Anak-anak menganggap orang tuanya kurang murah hati. Semua merasa kurang dan kurang. Kapankah kita bisa berkata cukup? Cukup bukanlah soal berapa jumlahnya. Cukup adalah persoalan kepuasan hati. Cukup hanya bisa diucapkan oleh orang yang bisa mensyukuri. Tak perlu takut berkata cukup. Mengucapkan kata cukup bukan berarti kita berhenti berusaha dan berkarya.

"Cukup" jangan diartikan sebagai kondisi stagnasi, mandeg dan berpuas diri. Mengucapkan kata cukup membuat kita melihat apa yang telah kita terima, bukan apa yang belum kita dapatkan. Jangan biarkan kerakusan manusia membuat kita sulit berkata cukup. Belajarlah mencukupkan diri dengan apa yang ada pada diri kita hari ini, maka kita akan menjadi manusia yang berbahagia.

Sumber : http://suaramalaikatmu.blogspot.com

Kamis, 16 Juni 2011

Berhentilah Mengeluh

Coba renungkan penyampaian ini sebelum Anda mulai mengeluhkan berbagai hal yang terjadi dalam hidup Anda…
01]. Hari ini sebelum Anda mengatakan kata-kata yang tidak baik,
Pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali

02]. Sebelum Anda mengeluh tentang rasa dari makanan yang Anda santap,
Pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

03]. Sebelum Anda mengeluh tidak punya apa-apa
Pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta di jalanan.


04]. Sebelum Anda mengeluh bahwa Anda buruk,
Pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk di dalam hidupnya.

05]. Sebelum Anda mengeluh tentang suami atau istri Anda,
Pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Tuhan untuk diberikan teman hidup.

06]. Hari ini sebelum Anda mengeluh tentang hidup Anda,
Pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat.

07]. Sebelum Anda mengeluh tentang anak-anak Anda
Pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul.

08]. Sebelum Anda mengeluh tentang rumah Anda yang kotor karena pembantu tidak mengerjakan tugasnya, Pikirkan tentang orang-orang yang tinggal dijalanan.

09]. Sebelum Anda mengeluh tentang jauhnya Anda telah menyetir,
Pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan.

10]. Dan di saat Anda lelah dan mengeluh tentang pekerjaan Anda,
Pikirkan tentang pengangguran,orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti anda.

11]. Sebelum Anda menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain,
ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa,,,

12]. Kita semua menjawab kepada Sang Pencipta
Dan ketika Anda sedang bersedih dan hidupmu dalam kesusahan, tersenyum dan berterima kasihlah kepada Tuhan bahwa Anda masih hidup !

a. Life is a gift

b. Live it…

c. Enjoy it…

d. Celebrate it…

e. And fulfill it.

13]. Cintai orang lain dengan perkataan dan perbuatanmu

14]. Cinta diciptakan tidak untuk disimpan atau disembunyikan

15]. Anda tidak mencintai seseorang karena dia cantik atau tampan,
Mereka cantik/tampan karena Anda mencintainya,,,

16]. It’s true you don’t know what you’ve got until it’s gone,
but it’s also true You don’t know what you’ve been missing until it arrives!!!

Jadi……..berhentilah mengeluh, hadapilah manis pahitnya hidup dengan bersyukur terhadap semua yang telah Tuhan berikan….


Jumat, 10 Juni 2011

Cinta dan Benci

Matahari mulai beranjak naik. panas. hari ini libur dan akan ada acara arisan siang ini, aku masih bermalas malasan. Kulirik jam dinding dikamarku pukul 7 lewat 1o. Aku bangkit mengambil handuk menuju kamar mandi dan mulai membasahi diriku, segar. Ku taburi wajahku dengan sedikit bedak mengambil pakaian rumah yang santai tapi tetap seksi.
Pintu kamar terbuka, mas fyan masuk. dia menatap aku dengan mesra, membantu merapikan rambutku dan diikatkannya kebelakang, style yang dia suka. Aku dan mas fyan satu kantor disalah satu perusahaan asuransi dikotaku,temanku juga temannya mas fyan. Hpku berdering. Mery

Ven…..semuanya sudah kubeli sesuai daftar belanjaan,” ucap mery tanpa salam lagi. Ya sudah cepat meluncur kesini,” jawabku. Mery dan Mira memang kebagian tugas pergi kepasar buat belanja.
Lima belas menit kemudian, suara bel berdering, bergegas aku membukakan Mery dan Mira pintu. Mereka masuk dengan dua kantong belanjaan yang sarat dengan isi. Aku tersenyum melihat semangat mereka.
Mery langsung kedapur dan membuka kulkas, mengambil jus jeruk yang memang sudah kusiapkan tadi. Tanpa sungkan sungkan dia langsung meminumnya. wuihhh segaarrr,” celoteh nya sendiri. Ku ambil kan Mira gelas dan menyodorkan jus jeruk tadi dihadapannya.
Kami mulai melakukan aktivitas memasak. Kita akan membuat menu spesial hari ini,” kata Mery sambil membuka kantong belanjaan, dan mengeluarkan semua isinya. Mira mulai mengupas dan mengiris bawang serta bumbu lainnya. Aku dan Mery teman dekat, sudah seperti saudara bahkan dengan mas Fyan pun dia tak canggung lagi apalagi mas Fyan juga teman sekantornya juga.
Mas Fyan membereskan ruang tamu, kursi kursi di keluarkan ke teras dan ambalpun dibentangnya. Sendiri dia melakukan nya, peluh menetes di dahinya. Mas Fyan masuk kedapur, dengan sigap Mery mengambilkannya minum. aku hanya melirik apa yang sudah dilakukan Mery pada Mas Fyan, baiklah bukan masalah, lagi pula Mery teman baikku. Aku tak mau curiga.
Tamu tamu mulai berdatangan, rumahku yang biasanya sepi, jadi rame. Semua nya ngumpul, terlihat suasana akrab dan penuh kekeluargaan. Kulihat Mery bercanda dengan Ferdy teman kami. Hpnya berdering dan kudengar suami Mery, Alex. Mereka terlihat percakapan yang serius. Saatnya kami santap siang bersama, mereka memuji hasil masakan kami. Dan aku beberapakali menangkap tatapan Mas fyan dan Mery meski sekilas, tatapan yang penuh arti. Kembali ku tepiskan rasa curigaku.
Waktu terus berjalan, semuanya berjalan apa adanya. Sehingga aku mengutuk diriku sendiri yang telah menaruh curiga pada teman dekatku dan suamiku sendiri. Dan Mery rasanya tak pantas dicurigai bukankah dia sudah memiliki suami seorang konsultan. dan hidup bahagia. tapi perasaan ini masih mengganjal dihati. Mas Fyan rasanya tak mungkin mencurangi aku. istrinya.
Mery terlihat santai diruangannya, kuhampiri dia. Hay Mer…,” sapaku . Hei veni kemarilah aku memiliki sesuatu untukmu. Kulihat dia meraih tas nya dan mengambil sebuah jam tangan cantik. ini untukmu,” katanya. kuambil jam tangan itu kuperhatikan tulisan dibelakangnya. asli gumamku dalam hati dan tentu saja mahal. Ada apa nih kok tiba tiba ngasih ku surprise ,” kataku pada Mery. Oleh- oleh dari bang alex kemarin dia ke Singapur.
Aku merenung. rasa bersalah menghantui diriku . Mengapa sampai ada rasa curiga ini. terus terang perasaan ini masih mengganjal dihati. tapi sama sekali kecurigaan ku ini tak beralasan. Aku kembali menenggalamkan diriku dengan pekerjaanku laporan ini harus selesai. dan aku ingin membuat surprise dengan Mas fyan . yah sore ini aku akan menghampirinya, dan mengajaknya makan bakso di warung langganan kami diseberang kantor. Meski satu kantor aku dan mas Fyan beda ruangan. mas Fyan dilantai 2, sedangkan aku dilantai 1. tapi setiap hari mas fyan selalu menyempatkan diri untuk turun dan melihat aku.
Kulirik jam tanganku, pemberian Mery. terlihat cantik ditanganku. Pukul 4.30 sore bergegas aku merapikan meja menyimpan semuanya dalam lemari. Aku tatap diriku didepan cermin kutaburi lagi bedak, lipstik sedikit, ehmm..aku ingin terlihat cantik sore ini dimata Mas fyan.
Aku melangkah perlahan di depan ruangan mas Fyan, tanpa suara. Aku ingin membuat kejutan untuknya. Kuperhatikan pintu tak terkunci, tapi samar samar aku mendengar suara desahan. Perlahan kubuka pintu itu, aku mengerjap pada dua sosok yang ada dihadapanku ini saling melekat dan saling pagut, desahan terdengar lirih dari bibir keduanya. Perempuan itu meski membelakangiku tapi aku hafal betul blouse nya. Mery dan Mas Fyan , apa maksudnya ini,penghianat. belum sempat aku menyingkap tabir kurasakan dunia seperti berputar, gelap dan aku pun ambruk tak sadarkan diri.
Sekarang aku sudah berada dikamarku dengan sedikit terhuyung, aku bangkit dari tempat tidurku, kuingat2 lagi kejadian tadi yang membuat aku jatuh pingsan. Dimana mas fyan, meski sedikit pusing tapi aku mencoba mencarinya, di ruang tamu kulihat mas fyan duduk sendiri dan gelisah.Dan aku tak ingin membahas semua yang telah terjadi. Aku sudah mengambil keputusan bahwa aku mesti mengakhiri semua ini.

Penulis : Emmy Rhomianty

Rabu, 18 Mei 2011

Semburat Cinta Dunia Maya

Aku masih terpasung kelam, menanti kedatanganmu dari sudut khayal. Sesekali kutemukan rekah bibirmu berlarian di teras langit. Aku tahu, ketika itu, kau juga tengah memahat rindu dari kejauhan. Tapi inilah yang mereka sebut kenyataan. Kita dipertemukan dalam kisah yang sungguh sendu. Hingga untuk sebatas menatap saja, terhalang.
Pertemuan kita memang sukar ditakar dengan angka. Bilapun jarum jam yang berputar kelak mampu mempertemukan, itu tidak akan mudah. Kecuali atas kehendak Nya. Sebab hanya Dia yang berkuasa atas segala rasa dan paling mengerti lekuk hatiku sejak awal membaca jiwamu.

Syad, saban hari ku jenguk rindu yang kerap kau kalungkan pada dunia maya. “Teh Tika seharian tidak SMS, baikkah disana?” itu salah satu kau menanamkan keyakinan bahwa kau juga mengingatku.
Sebenarnya sejak awal, aku telah menjatuhkan hati tepat pada hatimu. Entahlah, mungkin ini terdengar sumbang dan berlebihan. Tapi seumpama malam yang tak pernah gamang menopang rembulan, aku juga demikian. Rasanya aku telah siap memilih dan menjaga hatimu.
Syad, aku mencintaimu. Ketahuilah ada kasih yang indah dariku. Kadang, mengingat-ingat senyum yang kau gantung pada wajah rembulan, menggelitik kalbu hingga menumpahkan kelakar sederhana dan senyum merona di parasku. Jangan tanya aku tentang musabab kegilaanku itu. Ya, jangan! Karena aku tidak tahu.
Malam itu, ponsel kecilku berdering. Dengan sigap kucumbui tombol-tombol di dadanya hingga terbuka dan memaparkan pemberitahuan. Dalam hati, aku berharap itu darimu. Tapi lagi dan lagi aku terperangah. Pesan singkat yang masuk, bukan darimu, tapi darinya. Lelaki yang juga pernah menyambangi hatiku. Dia lelaki dari masa laluku yang sebenarnya sampai kini masih memintaku kembali memintal cinta. Sebelumnya aku gusar dalam pilihan yang akupun tak mengerti. Karena dia memintaku, tapi hatiku memintamu. Syad, ini malam aku ingin kau datang dan beri satu kepastian. Sebab renunganku harus berujung.
Wangi shubuh sudah semerbak. Tapi kau belum juga datang. Ah, mungkin kau sudah lindap dalam lelap. Baiklah, akan kulalui malam ini sendiri, menata hati yang sebelumnya porak poranda.
“maaf, aku tak sempat menyapamu tadi malam. Ku tahu, kau masih betah duduk dan memandang wajah di kulit rembulan sembari mendendangkan lagu rindu. Aku telah tersungkur dalam lelap. Tapi kau mesti tahu, bahwa indahmu tetap kubawa dalam mimpi.”
Aku tersentak. Dengan daya yang masih sepertiga, aku mencoba memaknai arti kalimat itu. Kali ini kecewa bukan karibku. Pesan itu benar darimu. Ah, lelaki, kau memang paling bisa menggelitik hatiku.
Semua berjalan hampir sama setiap harinya. Mulai shubuh hingga petang, kita saling berkabar dan menjuntai perhatian lewat kalimat-kalimat singkat. Hingga suatu ketika kau menanam cemburu karena kedekatanku dengan salah satu temanmu. karenanya, aku semakin tahu, kau juga mencintaiku.
Syad, aku telah memilih. Ini tentangmu. Lelaki yang mengajariku merapal hidup dengan tuntunanNya. Tentang kita, dalam dunia maya. Tentangku yang sempat beku dalam kubangan masa lalu. Dan bukan dia. Meski kita bertemu dari jalinan takdir yang masih kutanya-tanya ujungnya.
Ada harap yang tak pernah pupus kugantung pada doaku, semoga kelak kita bertemu dan bersatu dalam nyata dan keabadian syurga.

ditulis oleh : Sartika Sari
Medan, untuk pangeran di kota Kembang


Senin, 16 Mei 2011

Noda ibu bukan nodamu

Pahit, kecewa,sedih,rindu, benci seakan menjadi satu bersemayam di benak dan pikiranku. Buah noda yang tak berdosa ini pun, menjadi korban perbuatanku dan pasangan kencanku . Tetapi, aku akan tetap merawat buah noda ini sebagai penebus dosa dan kesalahanku diwaktu lalu.

Hari berganti , bulan pun terus merajut hingga akhirnya tangisan bayi menjerit mengiringi teriakku menahan sakitnya saat masa persalinan. Degup jantung dan debaran jiwa ini pun menepuk-nepuk fikiranku hingga ku sadar bahwa aku sudah menjadi seorang ibu. Bulir air mata ini pun tak sanggup aku hentikan seakan turut melepas rasa kesal dan lelah yang selama ini menghantuiku.
Bukan aku kesal karena benih ini telah menjelma menjadi sesok makhluk yang mungil, dan bukan aku kesal karena aku telah menunggu lama bayi merah ini segera keluar dari tubuhku. Tetapi aku kesal siapa yang menjadi bapak dari bayi merah yang tak berdosa ini. Dasar laki-laki bajingan, kenapa aku terlalu mudah percaya dengan bujuk dan rayuannya hingga aku dibuatnya tak berdaya. Aku benci, aku kesal aku sudah lelah dengan semua ini, tetapi kenapa akupun tak bisa mengusir dia di dalam fikiranku ini?
Ku tatap, kucium dan kupeluk bayi mungil ini dengan sejuta harap yang meraksuk dan merembas di dalam detak jantung dan ruang batinku. Setetes kasih mulai ku curahkan hingga angan tak sanggup menahan bahwa aku sayang padanya. Menangislah,nak sekeras halilintar yang menemani hujan di atas langit. Sekeras bom atom menghatam Nagasaki dan hirosima, dan sekeras benda raksasa yang saling menghantam hingga ledakan itu pun meluluh lantakan semua kehidupan di bumi ini. Menangislah nak, biar seluruh penghuni bumi tau bahwa kau terlahir untuk dicinta dan bukan untuk dibuang bahkan dimutilasi.
Walau kau terlahir dari wanita hina seperti ibumu ini, tapi kau adalah bayi suci yang belum ternoda apalagi berdosa. Yang hina adalah siapaun ibu yang tega dan berani membuang bahkan membunuh darah dagingnya sendiri. Noda ibu bukan nodamu, anakku dan dosa ibu bukan dosamu, Maafkan ibu kalau engkau menjadi korban atas segala perbuatan ibu. Ibu berjanji, mulai hari ini dan mulai detik ini, ibu akan merwat dan menjadi ibu yang terbaik dan yang paling baik diantara yang baik dimuka bumi ini.
Ibu berdoa untukmu anakku, semoga engkau kelak menjadi anak yang hebat dan taat kepada perintah dan ajaran yang telah digariskan dalam kitab dan ayat-ayatNya.

Tamat…

Sumber : http://dumalana.com

Minggu, 15 Mei 2011

Sujud syukur wanita malam

Berawal dari sebuah situs di dunia maya, kami pun bertemu hingga akhirnya kami melakukannya(?????). Lika-liku perjalanan dalam membesarkan janin hasil hubungan intimku dengan laki-laki yang kukenal sepintas memberikan aku makna tersendiri di dalam pohon sejarah hidupku. putri kini sudah tumbuh menjadi wanita cantik seperti mamanya dulu.

Hari ini, aku harus memenuhi undangan kepala sekolah tempat dimana putri belajar mencari ilmu. Karena aku tidak ingin memalukan putri anakku, aku harus berdandan serapih mungkin seperti ibu-ibu yang lain. “Mama sudah siap?” Tanya putri terseyum. “sudah,sayang tapi kenapa tersenyum begitu?” Tanyaku heran. “Mama cantik” jawab putri polos. Aku pun menaburkan seyum, kamipun tertawa lepas bahagia.

Hari ini aku dan Putri benar-benar bahagia sekaligus tegang karena akan mendengar pengumuman hasil nilai ujian, walau aku pun tau putri adalah anak pintar dan selalu meraih juara di sekolahnya. Namun, debar jantung ini pun masih terus menyapa batinku. Begitu pun putri, walau sudah biasa memperoleh nilai terbaik di sekolah, masih tetap terlihat tegang. Ya, aku lihat dari sorot matanya. Namanya juga ibu, pasti tau apa yang terjadi pada diri anaknya. Apa lagi putri adalah anak satu-satunya dan aku sangat mencintainya.

“Bismillahirrahmanirrahim” setelah membaca doa, kami pun pergi menuju sekolah. Karena belum memiliki kendaraan seperti tetangga-tengga sebelah, Aku dan putri pergi naik angkot. Tidak tau walau kami berangkat pagi-pagi, jalanan begitu macet sehingga sabar salah satu solusi untuk membuat kami bersikap tenang. Akhirnya, sampailah kami di sekolah walau sedikit terlambat.

Semua orang tua sudah berkumpul. Ruangan aula begitu luas sehingga bisa menampung semua anak-anak kelas tiga beserta seluruh orang tuanya. Dengan aula berbentuk kubus besar, Semua orang duduk begitu nyaman tepat di posisi tengah dengan kursi berjejer menuju ke depan dimana bapak kepala sekolah beserta jajarannya duduk seperti dalam sidang pengadilan kasus pidana di Negara kita. Sementra seluruh murid kelas tiga duduk di sampung kiri dan kanan dengan kursi sama menghadap menuju bapak kepala.

“Assalamualaikum wr.wb.” “Walaikumussalam Wr.Wb” Kepala sekolah membuka pertemuan dengan salam, seluruh orang tua dan murid kelas tiga menjawab dengan serempak. Bapak kepala sekolah pun memberikan sambutannya dengan lantang penuh semangat. Pembahasan sudah menjurus ke pengumuman siapa yang memiliki nilai terbaik dan termasuk juara umum di sekolah. Seluruh orang tua termasuk aku pun begitu tengang.

Getaran jantung ini pun dimulai. Suyi hening terjadi ketika kepala sekolah membuka lembaran-lembaran kertas data dari sisiwa yang telah dicatat menjadi juara umum di sekolah itu. “bapak ibu yang terhormat, kini saatnya saya mengumumkan hasil ujian dan juara umum seta sisiwa terbaik di sekolah ini.” Sumuanya terdiam, bapak kepala sekolah pun melanjutkan pembicaraannya lagi.

“Bedasarkan hasil olahan dan penilaian kami, ada satu sisiwi yang berhak menjadi juara umum dan siswi terbaik di sekolah ini. Selain cantik dan berkepribadian baik, sisiwi ini pun aktif dan layak untuk dijadikan contoh bagi sisiwa dan siswi yang lain. Dia adalah…putri”

Semua bertepuk tangan, tak terasa air mata ini mengalir di iringi sujud syukur ku panjatkan hanya kepada sang pemilik cinta Allah SWT. Dialah yang membukakan hatiku sehingga aku bisa bertaubat dan bisa merawat anakku putri hingga dia tumbuh menjadi anak yang hebat, cerdas, dan patuh terhadap orang tua.

“Mama bangga padamu,nak…teruskan perjuanganmu sampai kamu meraih mimpi. Mama akan selalu mendukungmu dan berusaha sekuat kemampuan mama!” Dengan berlari menuju anakku putri, aku tak kuasa menahan tangis. Dipeluknya tubuh anakku putri, kucium kening dan rambutnya yang terurai panjang. Sembari berkata

“Ya, Allah lindungilah anakku dan berilah anakku jalan terbaik untuk meraih segala mimpi-mimpi yang terbersit di fikirannya, Amin…!”


Tunggu kisah selanjutnya bagaimana Ibu Putri merantau dinegri orang demi mencari nafkah dan perjuangannya untuk kebahagiaan anaknya Putri

Sumber : Dumalana.com