Rabu (20 Juli 2011) nanti Pemkab Toraja Utara berencana untuk membayarkan gaji ke -13 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkup Pemkab Toraja Utara Keputusan tersebut diambil menyusul terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) tentang Pemberian Gaji ke-13 Tahun 2011.
Rp. 12 Miliar melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Torut 2011,disiapkan untuk membayar gaji ke- 13 PNS di lingkup Pemkab Toraja Utara.
“Kami segera membayarkan gaji ke-13 PNS itu karena PP tentang pembayaran gaji itu sudah kami terima,”ungkap Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Torut Firdaus Rin Bata, kemarin. Proses administrasi pembayaran gaji ke-13 PNS Torut itu masih diproses di bagian anggaran DPPKAD sesuai usulan setiap SKPD. Gaji ke-13 itu akan ditransfer ke rekening setiap PNS.
Jumat, 08 Juli 2011
Kamis, 07 Juli 2011
3 koperasi di Toraja Utara mendapat kucuran dana Rp. 400 Juta
Kementerian Koperasi RI memberi bantuan dana hibah sebesar Rp. 400 Juta kepada Pemkab Toraja Utara melalui Dinas Perindustrian/Perdagangan dan Koeprasi. Pemberian bantuan dana tersebut diperuntukkan dalam rangka pengembangan dan peningkatan koperasi daerah.
Demikian dikatakan Kepala Dinas Perindustrian/ Perdangangan dan Koperasi (Perindagkop) Torut,Pither Patabang, di ruang kerjanya. Dikatakannya, tiga koperasi di Torut mendapat kucuran dana dari Kementerian Koperasi RI, masing-masing KUD Sangkutu Banne (Sane) sebesar Rp300 juta untuk pengadaan mesin pengupas kopi, Koperasi Tani Niat Karya Rp50 juta dan Koperasi Bodepa Rp50 Juta.
Sementara itu, bantuan lain datang dari Kementrian Perdagangan dengan jumlah sebesar Rp. 1,1 Milliar. Dana Rp. 1,1, Miliar tersebut diperuntukan untuk pembangunan Pasar Tradisional di Empat Kecamatan, diantaranya Kecamatan Buntao, Kec. Rante Bua, Kec. Dempina, dan Kec. Nanggala.
"Tahun 2011 ini Empat Pasar tradisional akan segera dibangun, demi peningkatan perekonomian Masyarakat di pedesaan, khususnya mempermudah jalur distribusi," Tutup Pither Patabang.
Rabu, 06 Juli 2011
Rp. 35.000/M2 harga ganti rugi lahan basah (Sawah) Bandara Baru Tana Toraja
Sekretaris Daerah Kabupaten Tana Toraja, Enos Karoma yang juga adalah Ketua Tim 9, menegaskan, pemerintah dan masyarakat pemilik lahan lokasi pembangunan bandara baru di Buntu Kunik, Mengkendek sudah mencapai kata sepakat soal harga ganti rugi lokasi pembangunan bandara. Menurut rencana, Pembayaran ganti rugi, baik lahan basah, lahan kering, maupun tanaman produktif yang ada di atas lahan milik warga, akan dibayar ganti ruginya.
“Sudah ada kesepakatan soal itu, mulai pekan ini kita sudah melakukan pembayaran langsung ke rekening masing-masing pemilik lahan,” terang Enos di Makale, kemarin.
Enos menambahkan, untuk lahan basah (sawah) pemerintah akan membayar Rp 35 ribu per meter persegi. Sedangkan untuk tanah kering non sawah yang belum memiliki sertifikat Rp 21.500 per meter. Untuk tanah kering yang sudah bersertifikat harganya naik sepuluh persen dari harga lahan kering yang belum bersertifikat. Untuk tanaman yang ada di atas lahan, pemerintah juga akan melakukan ganti rugi.
“Ada 31 jenis tanaman yang harus kita bayar kepada warga. Harganya bervariasi tergantung jenis tanamannya. Saya lupa kategori harga, yang jelas semua tanaman produktif di atas lahan milik warga akan kita ganti rugi,” terangnya.
“Sudah ada kesepakatan soal itu, mulai pekan ini kita sudah melakukan pembayaran langsung ke rekening masing-masing pemilik lahan,” terang Enos di Makale, kemarin.
Enos menambahkan, untuk lahan basah (sawah) pemerintah akan membayar Rp 35 ribu per meter persegi. Sedangkan untuk tanah kering non sawah yang belum memiliki sertifikat Rp 21.500 per meter. Untuk tanah kering yang sudah bersertifikat harganya naik sepuluh persen dari harga lahan kering yang belum bersertifikat. Untuk tanaman yang ada di atas lahan, pemerintah juga akan melakukan ganti rugi.
“Ada 31 jenis tanaman yang harus kita bayar kepada warga. Harganya bervariasi tergantung jenis tanamannya. Saya lupa kategori harga, yang jelas semua tanaman produktif di atas lahan milik warga akan kita ganti rugi,” terangnya.
Dua Kecamatan di Tana Toraja terserang Penyakit Kulit
Penyakit kulit menyerang warga di dua kecamatan Tana Toraja, yaitu Kecamatan Mappak dan Kecamatan Simbuang. Masyarakat di dua kecamatan itu mengalami kulit bintik-bintik dan terasa gatal. Kemungkinan penyebab dari penyakit kulit tersebut adalah makanan yang mengandung formalin yang dikonsumsi warga. Dinas Kesehatan Tana Toraja bersama dengan Komisi II DPRD Tana Toraja melakukan peninjauan ke lokasi pekan lalu. Anggota Komisi II DPRD Tana Toraja, Mince Sosang yang ikut dalam peninjauan tersebut, menyatakan bahwa di antara mereka yang terserang adalah warga yang tinggal di Dusun Saruran dan Sampe Parikan, Kecamatan Mappak. Dari hasil pemeriksaan tim medis kesehatan, penyakit yang menyerang warga itu akibat pola hidup bersih dan sehat yang tidak terjaga.
Selama dua hari di lokasi Kepala Dinas Kesehatan dr Sadrak Tombe didampingi DPRD menyerahkan bantuan kelambu, obat-obatan, dan biskuit bagi anak kurang gizi. Demikian menurut Mince Sosang yang adalah Legislator Partai Golkar. Selain itu, mereka juga melakukan pengobatan massal di Puskemas Kondodewata, termasuk menyertakan laboratorium guna memeriksa makanan yang dikonsumsi masyarakat, apakah mengandung formalin atau pengawet lainnya. "Kenyataannya dugaan tersebut tidak terbukti, kecuali jamur penyebab gatal-gatal," jelas Mince Sosang.
Sementara itu, rombongan Dinas Kesehatan yang menuju lokasi, dengan maksud mempelajari penyakit yang menyerang warga masyarakat tersebut dalam perjalanannya menuju lokasi, sempat mendapatkan hadangan di tengah jalan. Penghadangan tersebut dilakukan oleh Kepala Lembang Miallo dan Lembang Butang serta Kepala SMP Mappak. Jalanan menuju lokasi terpalang. Penghadangan tersebut merupakan imbas dari kekesalan masyarakat karena sudah bertahun-tahun jalanan rusak dan tidak ada perhatian dari Pemda.
Menanggapi aksi penghadangan tersebut, Sekkab Tana Toraja, Enos Karoma, mengatakan, pelayanan kesehatan tidak boleh dikaitkan dengan belum tersentuhnya perbaikan jalan di kedua lembang tersebut.
Bahkan, Enos berjanji akan memberikan sanksi bagi ketiga aparat yang menghalang-halangi pelayanan medis kepada masyarakat. "Akan diberi sanksi berat kepada kedua kepala lembang bila terbukti, termasuk kepala SMP dinonaktifkan dari jabatannya (bila terbukti)," janji Enos Karoma.
Mereka seharusnya paham bahwa dalam pembangunan, pemda melakukan skala prioritas. Hal itu sudah berkali-kali disampaikan di tiap pertemuan. "Makanya, tidak ada alasan aparat pemerintah berdalih dan bertindak di luar kewenangannya," kata Ketua Tim Baperjakat ini.
Selama dua hari di lokasi Kepala Dinas Kesehatan dr Sadrak Tombe didampingi DPRD menyerahkan bantuan kelambu, obat-obatan, dan biskuit bagi anak kurang gizi. Demikian menurut Mince Sosang yang adalah Legislator Partai Golkar. Selain itu, mereka juga melakukan pengobatan massal di Puskemas Kondodewata, termasuk menyertakan laboratorium guna memeriksa makanan yang dikonsumsi masyarakat, apakah mengandung formalin atau pengawet lainnya. "Kenyataannya dugaan tersebut tidak terbukti, kecuali jamur penyebab gatal-gatal," jelas Mince Sosang.
Sementara itu, rombongan Dinas Kesehatan yang menuju lokasi, dengan maksud mempelajari penyakit yang menyerang warga masyarakat tersebut dalam perjalanannya menuju lokasi, sempat mendapatkan hadangan di tengah jalan. Penghadangan tersebut dilakukan oleh Kepala Lembang Miallo dan Lembang Butang serta Kepala SMP Mappak. Jalanan menuju lokasi terpalang. Penghadangan tersebut merupakan imbas dari kekesalan masyarakat karena sudah bertahun-tahun jalanan rusak dan tidak ada perhatian dari Pemda.
Menanggapi aksi penghadangan tersebut, Sekkab Tana Toraja, Enos Karoma, mengatakan, pelayanan kesehatan tidak boleh dikaitkan dengan belum tersentuhnya perbaikan jalan di kedua lembang tersebut.
Bahkan, Enos berjanji akan memberikan sanksi bagi ketiga aparat yang menghalang-halangi pelayanan medis kepada masyarakat. "Akan diberi sanksi berat kepada kedua kepala lembang bila terbukti, termasuk kepala SMP dinonaktifkan dari jabatannya (bila terbukti)," janji Enos Karoma.
Mereka seharusnya paham bahwa dalam pembangunan, pemda melakukan skala prioritas. Hal itu sudah berkali-kali disampaikan di tiap pertemuan. "Makanya, tidak ada alasan aparat pemerintah berdalih dan bertindak di luar kewenangannya," kata Ketua Tim Baperjakat ini.
Minggu, 03 Juli 2011
Empat Lembang di Kec. Sa'dan terancam terisolir.
jembatan sungai Komba di lembang Sa’dan Balopasange, kecamatan Sa’dan mendapatkan perhatian Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Toraja Utara. Perhatian tersebut di realisasikan dengan mendesak pemkab Toraja Utara untuk segera memperbaiki jembatan tersebut. Pasalnya, kondisi jembatan tersebut sudah sangat parah dan membahayakan pengguna jalan. Selain itu, Jembatan tersebut juga menghubungkan empat lembang. sehingga dikhawatirkan empat lembang tersebut terancam terisolir, jika jembatan tersebut sampai mengalami kerusakan atau tidak dapat dilalui lagi.
“Kondisi jembatan itu sudah sangat parah dan membahayakan. Padahal jembatan itu berada di jalan poros Sa’dan-Minanga yang merupakan satu-satunya akses yang menghubungkan empat lembang di kecamatan Sa’dan,” tegas ketua panitia anggaran DPRD Toraja Utara, Isak Pasulu di gedung DPRD Toraja Utara, beberapa waktu yang lalu.
Keempat lembang yang terancam terisolir itu, masing-masing lembang Sa’dan Balopasange, Sa’dan Ulusalu, Sa’dan Pesondongan, dan lembang Sa’dan Likulambe. Selain itu, jalur jalan itu juga merupakan akses dari dan ke pasar tradisional Minanga, serta jalur keluar masuk kendaraan pengangkut bahan tambang golongan C yang berada di hulu sungai Sa’dan.
"Kerusakan jembatan sepanjang kurang lebih 6 meter tersebut sudah berlangsung sejak lama." Jelasnya. Bahkan bupati Frederik Batti Sorring (FBS) pernah melewati jembatan tersebut, meski dalam kondisi rusak. Selain itu, lanjut Isak, dirinya juga sudah menghadap langsung dan menyampaikan keluhan masyarakat empat lembang tersebut ke bupati. Namun hingga kini, organisasi masyarakat setempat (OMS) belum mendapat surat keputusan (SK) dari bupati untuk melaksanakan perbaikan jembatan vital tersebut.
“Bahkan kalau saya tidak salah hitung sudah lima kali saya menghadap bupati, tapi sampai saat ini realisasinya belum ada. Sehingga secara pribadi maupun sebagai anggota DPRD, saya mendesak bupati supaya segera mengeluarkan SK yang berkaitan dengan pembangunan jembatan itu,” tandas Isak.
Sementara itu, Paulus Tangke, Wakil ketua DPRD Toraja Utara, mengatakan bahwa untuk keperluan perbaikan jembatan sungai Tomba di lembang Sa’dan Balopasange, sebenarnya sudah ada dana bantuan dari kementerian pembangunan desa tertinggal (PDT) tahun 2011 ini. Besarnya anggaran yang disetujui Rp 400 juta. Menurut Paulus, tim peninjau dari kemeterian PDT bahkan sudah turun melihat langsung kondisi jembatan itu, beberapa waktu lalu.
“Yang menjadi pertanyaan kita adalah, mengapa sampai saat ini bupati belum mengeluarkan SK kepada OMS untuk segera melakukan upaya perbaikan. Dananya kan sudah ada,” tutur Paulus.
menurut Paulus, sesuai dengan petunjuk teknis pelaksanaannya, bantuan dari kementerian PDT itu dilaksanakan oleh organisasi masyarakat setempat (OMS) di lembang/desa lokasi bencana atau jembatan rusak. Dana bantuan itu, kata Paulus, akan ditransfer langsung ke rekening OMS. Itu pun harus ada surat keputusan bupati untuk mengesahkan keberadaan OMS.
“Masalahnya hanya pada SK bupati itu. Padahal kondisi jembatan di sana itu sudah sangat-sangat mengkhwatirkan bagi warga yang melintas. Saya tidak tahu apa pertimbangan apa sehingga sampai saat ini SK bupati itu belum keluar,” tutup Paulus
“Kondisi jembatan itu sudah sangat parah dan membahayakan. Padahal jembatan itu berada di jalan poros Sa’dan-Minanga yang merupakan satu-satunya akses yang menghubungkan empat lembang di kecamatan Sa’dan,” tegas ketua panitia anggaran DPRD Toraja Utara, Isak Pasulu di gedung DPRD Toraja Utara, beberapa waktu yang lalu.
Keempat lembang yang terancam terisolir itu, masing-masing lembang Sa’dan Balopasange, Sa’dan Ulusalu, Sa’dan Pesondongan, dan lembang Sa’dan Likulambe. Selain itu, jalur jalan itu juga merupakan akses dari dan ke pasar tradisional Minanga, serta jalur keluar masuk kendaraan pengangkut bahan tambang golongan C yang berada di hulu sungai Sa’dan.
"Kerusakan jembatan sepanjang kurang lebih 6 meter tersebut sudah berlangsung sejak lama." Jelasnya. Bahkan bupati Frederik Batti Sorring (FBS) pernah melewati jembatan tersebut, meski dalam kondisi rusak. Selain itu, lanjut Isak, dirinya juga sudah menghadap langsung dan menyampaikan keluhan masyarakat empat lembang tersebut ke bupati. Namun hingga kini, organisasi masyarakat setempat (OMS) belum mendapat surat keputusan (SK) dari bupati untuk melaksanakan perbaikan jembatan vital tersebut.
“Bahkan kalau saya tidak salah hitung sudah lima kali saya menghadap bupati, tapi sampai saat ini realisasinya belum ada. Sehingga secara pribadi maupun sebagai anggota DPRD, saya mendesak bupati supaya segera mengeluarkan SK yang berkaitan dengan pembangunan jembatan itu,” tandas Isak.
Sementara itu, Paulus Tangke, Wakil ketua DPRD Toraja Utara, mengatakan bahwa untuk keperluan perbaikan jembatan sungai Tomba di lembang Sa’dan Balopasange, sebenarnya sudah ada dana bantuan dari kementerian pembangunan desa tertinggal (PDT) tahun 2011 ini. Besarnya anggaran yang disetujui Rp 400 juta. Menurut Paulus, tim peninjau dari kemeterian PDT bahkan sudah turun melihat langsung kondisi jembatan itu, beberapa waktu lalu.
“Yang menjadi pertanyaan kita adalah, mengapa sampai saat ini bupati belum mengeluarkan SK kepada OMS untuk segera melakukan upaya perbaikan. Dananya kan sudah ada,” tutur Paulus.
menurut Paulus, sesuai dengan petunjuk teknis pelaksanaannya, bantuan dari kementerian PDT itu dilaksanakan oleh organisasi masyarakat setempat (OMS) di lembang/desa lokasi bencana atau jembatan rusak. Dana bantuan itu, kata Paulus, akan ditransfer langsung ke rekening OMS. Itu pun harus ada surat keputusan bupati untuk mengesahkan keberadaan OMS.
“Masalahnya hanya pada SK bupati itu. Padahal kondisi jembatan di sana itu sudah sangat-sangat mengkhwatirkan bagi warga yang melintas. Saya tidak tahu apa pertimbangan apa sehingga sampai saat ini SK bupati itu belum keluar,” tutup Paulus
Kunjungan Gubernur ke Bandara Baru Toraja
Kasubag Penyaringan Informasi Biro Humas Pemprov Sulsel Badaruddin melalui telepon seluler mengatakan Salah Satu Agenda Kunnjungan Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo ke Tana Toraja adalah melakukan peninjauan persiapan akhir menjelang pematangan pembangunan Bandara Baru Kab. Tana Toraja, di Dusun Buntu Kunik, Desa Tampo, Kecamatan Mengkendek.
Di lokasi Bandara, Syahrul menegaskan jika keberadaan bandara Buntu Kunik akan mengembalikan citra Sulsel khususnya Toraja sebagai daerah tujuan utama kunjungan wisatawan nasional dan mancanegara.
Ia mengatakan, setelah reformasi, pariwisata Toraja jauh tertinggal dengan Bali disebabkan kondisi infrastruktur khususnya transportasi yang tidak mendukung.
Gubernur mengharapkan, dengan selesainya pembangunan bandara baru senilai Rp600 miliar pada tahun 2013 nanti, kunjungan wisatawan mancanegara ke Toraja akan kembali merangkak naik.
Sementara, Masykur A Sulthan, Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Sulsel mengatakan sepanjang 2011 pembangunan dilakukan pada pematangan lahan, kemudian dilanjutkan dengan pembangunan konstruksi termasuk landasan pacu di 2012.
Ia mengemukakan pematangan lahan bandara diatas area seluas 225 hektar menghabiskan anggaran sekitar Rp100 miliar.
Masykur Sulthan mengatakan, bandara baru ini memiliki landasan pacu 1.900 meter dengan lebar 35 meter, yang bisa didarati pesawat berkapasitas 100 penumpang.
"Landasan pacu direncanakan selesai 1.500 meter di 2012 dan tuntas seluruhnya di 2013. Kalau ini terealisasi, lebih cepat dari target sebelumnya," jelasnya.
Percepatan pembangunan bandara baru ini, kata dia, untuk mengembalikan kejayaan pariwisata Toraja.
"Kalau ini selesai, terjadi konektivitas daerah tujuan pariwisata. Dari Bali, Jakarta, Jogjakarta, dan Nusa Tenaggara Barat (NTB) yang langsung ke Toraja," ujarnya.
"untuk menuntaskan bandara baru pengganti Bandara Pongtiku menghabiskan anggaran sekitar Rp600 dari APBN secara bertahap." Tutup Masykur
Jumat, 01 Juli 2011
KEKAYAAN, KESUKSESAN, DAN CINTA
Suatu ketika, ada seorang wanita yang kembali pulang ke rumah,dan ia melihat ada 3 orang pria berjanggut yang duduk di halaman depan. Wanita itu tidak mengenal mereka semua. Wanita itu berkata: "Aku tidak mengenal Anda, tapi aku yakin Anda semua pasti sedang lapar.Mari masuk ke dalam, aku pasti punya sesuatu untuk menganjal perut. Pria berjanggut itu lalu balik bertanya, "Apakah suamimu sudah pulang? Wanita itu menjawab, "Belum, dia sedang keluar. "Oh kalau begitu, kami tak ingin masuk.
Kami akan menunggu sampai suami mu kembali, katapria itu. Di waktu senja, saat keluarga itu berkumpul, sang isteri menceritakan semua kejadian tadi. Sang suami, awalnya bingung dengan kejadian ini, lalu ia berkata pada istrinya, "Sampaikan pada mereka, aku telah kembali, dan mereka semua boleh masuk untuk menikmati makan malam ini.
Wanita itu kemudian keluar dan mengundang mereka untuk masuk ke dalam. "Maaf, kami semua tak bisa masuk bersama-sama", kata pria itu hampir bersamaan."Lho, kenapa? tanya wanita itu karena merasa heran.
Salah seorang pria itu berkata, "Nama dia Kekayaan,"katanya sambil menunjuk seorang pria berjanggut di sebelahnya, dan "sedangkan yang ini bernama Kesuksesan, sambil memegang bahu pria berjanggut lainnya.
Sedangkan aku sendiri bernama Cinta. Sekarang, coba tanya kepada suamimu, siapa diantara kami yang boleh masuk ke rumahmu.
Wanita itu kembali masuk kedalam, dan memberitahu pesan pria di luar. Suaminya pun merasa heran. "Ohho...menyenangkan sekali. Baiklah, kalau begitu, coba kamu ajak si Kekayaan masuk ke dalam. Aku ingin rumah ini penuh dengan Kekayaan. Istrinya tak setuju dengan pilihan itu. Ia bertanya, "sayangku, kenapa kita tak mengundang si Kesuksesan saja? Sebab sepertinya kita perlu dia untuk membantu keberhasilan panen gandum kita. "Ternyata, anak mereka mendengarkan percakapan itu. Ia pun ikut mengusulkan siapa yang akan masuk ke dalam rumah. "Bukankah lebih baik jika kita mengajak si Cinta yang masuk ke dalam? Rumah kita ini akan nyaman dan penuh dengan kehangatan Cinta. Suami-istri itu setuju dengan pilihan buah hati mereka. "Baiklah, ajak masuk si Cinta ini ke dalam. Dan malam ini, Si Cinta menjadi teman santap malam kita.
Wanita itu kembali ke luar, dan bertanya kepada 3 pria itu. "Siapa diantara Anda yang bernama Cinta? Ayo, silahkan masuk, Anda menjadi tamu kita malam ini. Si Cinta bangkit, dan berjalan menuju beranda rumah. Ohho..ternyata, kedua pria berjanggut lainnya pun ikut serta.
Karena merasa ganjil, wanita itu bertanya kepada si Kekayaan dan si Kesuksesan. "Aku hanya mengundang si Cinta yang masuk ke dalam, tapi kenapa kamu ikut juga? Kedua pria yang ditanya itu menjawab bersamaan. "Kalau Anda mengundang si Kekayaan, atau si Kesuksesan, maka yang lainnya akan tinggal di luar. Namun, karena Anda mengundang si Cinta, maka, kemana pun Cinta pergi, kami akan ikut selalu bersamanya. Dimana ada Cinta, maka Kekayaan dan Kesuksesan juga akan ikut serta. Sebab, ketahuilah, sebenarnya kami buta. Dan hanya si Cinta yang bisa melihat. Hanya dia yang bisa menunjukkan kita pada jalan kebaikan, kepada jalan yang lurus. Maka, kami butuh bimbingannya saat berjalan. Saat kami menjalani hidup ini.
http://suaramalaikatmu.blogspot.com
Kamis, 30 Juni 2011
Makna Spiritual Ukiran Toraja
![]() |
| Rumah Adat Tana Toraja |
Pola yang terukir memiliki makna dengan presentase simbol tertentu dari pemilik atau rumpun keluarga yang punya nilai magis. Ukiran-ukiran Toraja itu diyakini memiliki kekuatan alam atau supranatural tertentu.
Diperkirakan, tidak kurang dari 67 jenis ukiran dengan aneka corak dan makna. Warna-warna yang dominan adalah merah, kunig, putih dan hitam. Semua sumber warna berasal dari tanah liat yang disebut Litak kecuali warna hitam yang berasal dari jelaga atau bagian dalam pisang muda. Pencipta awal mula ukiran-ukiran magis ini diyakini dari Ne' Limbongan yang mana simbolnya adalah berupa lingkaran berbatas bujur sangkar bermakna mata angin.
Setiap pola ukiran abstrak punya nama dan kisah antara lain motif "empat lingkaran yang ada dalam bujur sangkar" biasanya ada di pucuk rumah yang melambangkan kebesaran dan keagungan. Makna yang terkandung dalam simbol-simbol itu antara lain simbol kebesaran bangsawan ( motif paku), simbol persatuan ( motif lingkaran 2 angka delapan), simbol penyimpanan harta ( motif empat lingkaran berpotongan dan bersimpul) dll.
Selain motif-motif abstrak itu, beragam pula pola-pola yang realistis mengikuti bentuk binatang tertentu antara lain burung bangau (motif Korong), motif bebek ( Kotte), Anjing ( motif Asu), Kerbau ( Tedong), Babi ( Bai) dan ayam ( Pa'manuk Londong).
Kreatifitas seni ukiran Toraja saat ini semakin berkembang dalam berbagai bentuk media. Tidak hanya dari kayu, namun beberapa seniman telah mengembangkan dengan menggunakan bordir bahkan merambah ke motif batik. Ukiran-ukiran magis ini telah menjadi media pengembangan dari sisi ekonomi masyarakatnya
Dari Kunjungan Kerja DPRD Wajo di Tana Toraja
Dua DPRD Kabupaten di Sulawesi Selatan siap untuk bekerja sama dalam pembuatan Peraturan Daerah (Perda). Kedua Kabupaten tersebut adalah Kabupaten Tana Toraja dan Kabupaten Wajo. Hal itu terungkap saat DPRD Wajo melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke DPRD Tana Toraja Belum lama.
Kedatangan Rombongan DPRD Wajo di Tana Toraja diterima oleh Ketua DPRD Tana Toraja, Welem Sambolangi, SE. Kunjungan Kerja DPRD Wajo ke Tana Toraja dipimpin oleh Rahman Rahim dengan 10 orang anggota DPRD Kab. Wajo.
"Maksud dari kunjungan tersebut adalah untuk belajar Perda yang dirasakan menjadi kebutuhan Kabupaten Wajo." Kata Rahman
"Kami memilih Tator untuk mencari serta menyamakan persepsi tentang Ranperda yang telah berhasil dibuat oleh DPRD Tator," terang Rahman.
Dalam sepatah kata yang yang disampaikan oleh pimpinan Rombongan DPRD Wajo tersirat harapan sekiranya draft Kajian Kelembagaan Rumah Sewa untuk mahasiswa dan pedagang, yang masih dalam penyusunan DPRD Wajo mendapat tanggapan dari DPRD Tana Toraja agar pembelajaran bersama dapat dilakukan.
"Sebagai informasi kepada DPRD Tator, sementara ini kami sedang menyusun Perda Draft kajian tentang Kelembagaan Rumah Sewa, yang dikhususkan bagi mahasiswa dan pedagang," terang Rahman saat pertemuan dilakukan.
Diketahui, Kota Sengkang adalah kota niaga di kabupaten Wajo. Diharapkan dengan adanya Perda tersebut administrasi kependudukan lebih maksimal.
Sementara itu, Welem Sambolangi mengatakan DPRD Tana Toraja telah menghasilkan 6 buah Perda. Diantaranya Perda Pajak / Retribusi dalam Kontes Kerbau yang diharapkan mendatangkan retribusi dan besar manfaatnya.
Welem berharap agar DPRD Wajo dapat membagi pengalaman yang bisa membawa kedua daerah selalu bersinergi baik. utamanya dalam tata pengelolaan pemerintahan maupun membuat suatu keputusan saling berkoordinasi.
Rabu, 29 Juni 2011
Jumlah kunjungan Wisman ke Toraja 2010 memprihatinkan
![]() |
| Ma' pasilaga tedong, salah satu atraksi budaya Toraja. |
Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Tana Toraja mengungkapkan data tersebut dengan mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS). Dengan melihat kenyataan tersebut, Dominikus Onny Allolinggi, Ketua PHRI Toraja mendesak Bupati Tana Toraja Theofilus Allorerung untuk segera membentuk Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD).
Minimnya promosi pariwisata Kaupaten Tana Toraja menjadi Salah satu kendala yang dihadapi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toraja dalam menggenjot jumlah kunjungan wisman ke Toraja. “Pariwisata Toraja belum bisa memberikan kontribusi besar terhadap tingkat kunjungan wisman di Indonesia. Pemkab Toraja perlu menggenjot promosi,” ujar Onny saat bertemu Bupati Theofilus Allorerung di Kantor Bupati Toraja.
Keberadaan BPPD di Tana Toraja sangat dibutuhkan, karena telah diketahui bahwa Toraja memiliki destinasi pariwisata yang tidak bisa dijumpai di daerah lain. Apalagi dengan akan segera dibangunnya bandara bertaraf internasional di buntu kunik - Mengkendek. “Pemerintah harus tanggap dengan peluang itu. Jangan sampai bandara internasional sudah siap, tapi tidak ada maskapai penerbangan yang berminat karena promosi wisata daerah kurang,”ujar Onny.
Menanggapi usulan PHRI tersebut, Bupati Toraja Theofilus Allorerung mengatakan, Pemkab Toraja melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dikbudpar) akan segera membentuk BPPD seperti yang diusulkan PHRI dan berjanji untuk segera membenahi infrastruktur pariwisata. Sekretaris Dikbudpar Toraja Yosiade mengatakan, dana promosi pariwisata Toraja dalam APBD 2011 hanya sekitar Rp50 juta
kebakaran Makassar Mall akibat aksi sabotase...??
Benarkah penyebab kebakaran Makassar Mall (Pasar Sentral) adalah akibat aksi sabotase dari pihak-pihak tertentu...?? Spekulasi tersebut santer berhembus di kalangan para pedagang Makassar Mall. Namun, Polda Sulsel menyatakan asumsi tersebut tidak berdasar.
AKBP Chevy Achmad Sopari, Kabid Humas Polda Sulsel mengatakan, pihak Kepolisian belum bisa memastikan adanya aksi sabotase atas kebakaran tersebut, karena belum menemukan indikasi sabotase seperti yang hangat diperbincangkan sejumlah kalangan. Dia meminta masyarakat dan khususnya para pedagang agar tidak mempercayai dugaan-dugaan tak berdasar yang sengaja diembuskan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Semua pihak agar bersabar menunggu hasil penyelidikian Polisi untuk mengetahui penyebab kebakaran dahsyat di Pasar Sentral Makassar tersebut “Kami belum bisa menyimpulkan. Tunggu hasil labfor dulu. Sudah ada beberapa saksi yang diperiksa. Kami tidak bisa menduga-duga apa yang terjadi disana. Keterangan yang mengatakan disobotase tidak berdasar dan butuh bukti untuk mengatakan itu,” katanya di Makassar, kemarin. Seperti diketahui, sebanyak 5.519 kios di Pasar Sentral Makassar ludes terbakar.
Di antaranya, 3.019 kios berisi jualan dengan modal besar dan sisanya adalah 2.500 kios pedagang kaki lima.Kerugian akibat kebakaran tersebut ditaksir hingga Rp1 triliun.Dari musibah tersebut muncul banyak spekulasi. Api yang tiba-tiba membesar dicurigai tidak terjadi begitu saja.Walau pedagang tidak memiliki bukti nyata, tetapi mereka menduga penyebabnya datang dari banyaknya konflik di internal pengelola Makassar Mall. Dari keterangan beberapa saksi mata, api pertama kali muncul di pintu utama sebelah Utara tepat berhadapan dengan Jalan Kiai Haji Wahid Hasyim.
Sementara itu, informasi yang didapat dari Asosiasi Pedagang Pasar Makassar Mall (APPM), titik api ditemukan di lantai dasar Blok D Nomor 23. Api muncul dari atap plafon dari kios tersebut. Namun, Zainuddin, Kepala Pasar Sentral mengatakan, pada pukul 23.00 Wita, api sudah berkobar dari sebelah barat gedung utama pasar sentral. Menanggapi spekulasi tersebut, Chevy meminta semua pihak agar menunggu hasil penyelidikan polisi.“Biarkan penyelidikan polisi yang membuktikan,” katanya.
Desakan agar aparat Kepolisian mengusut tuntas dan terbuka mengenai dugaan penyebab kebakaran di pusat perbelanjaan di kawasan timur Indonesia itu datang dari angggota DPRD Sulsel, Adil Patu. Alasannya, ada dua persepsi yang berkembang di masyarakat, terutama di kalangan pedagang mengenai kebakaran tersebut. Ada yang menyebutkan disengaja dibakar oleh pihak tertentu. Namun, tidak sedikit pula yang beranggapan bahwa kebakaran itu disebabkan arus pendek atau korlset listrik. “Saya meminta aparat kepolisian untuk mengusut tuntas penyebabnya supaya tidak menjadi polemik di masyarakat,”ujar Ketua Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) Sulsel ini,kemarin.
Kerugian Gedung Rp40 M
Hari ini, tim taksasi dari perusahaan asuransi akan menghitung jumlah ganti rugi yang diderita pengelola akibat rusaknya sejumlah fasilitas bangunan pasar pasca kebakaran. Direktur PT Anugerah Bahana Citra (ABC) Ahmad Ibrahim menuturkan, seluruh bangunan pasar sudah diasuransikan. “Kami taksir kerugian kerusakan gedung mencapai Rp40 miliar, jumlah itu sudah diusulkan ke perusahaan asuransi. Hasilnya belum bisa diketahui, karena baru hari ini tim mereka akan turun melakukan penaksiran kerusakan,” ujarnya di Makassar,kemarin.
Tim tersebut terdiri dari,tim independen, tim penaksir dari asuransi, tim dari pengelola, serta dari pemkot Makas-sar. Menurut Ahmad, sebagian besar lods dan kios yang dikelola sejak 1994 sudah menjadi hak milik pedagang dengan dilengkapi sertifikat hak milik. Malah, ada sebagian pedagang telah mengasuransikan lods dan kios mereka. “Mudah-mudahan klaim asuransi cepat keluar, supaya bisa direncanakan kapan mulai perbaikan lods dan kios di pasar bisa dikerjakan,” harapnya.
Jumlah pedagang yang terdata di PT ABC mencapai 2500 orang, sedangkan lods dan kios sebanyak 3.015.Ahmad memaparkan, setiap harinya sekitar 1.000 pengunjung masuk bertransaksi di pasar itu dengan uang yang berputar Rp200 miliar sampai Rp300 miliar.Pasca kejadian ini, dipastikan omzet akan menurun drastis, apalagi tidak semua pedagang kembali berjualan, dikarenakan stok dagangan mereka ludes terbakar. Ahmad menambahkan, selaku pengelola pasar,pihaknya diberi kepercayaaan mengelola listrik dan melakukan perbaikan sarana dan prasarana di dalamnya.
Khusus listrik, rutinitas di pasar tersebut setiap pukul 06.00 Wita lampu sudah dinyalakan,kemudian pada pukul 19.00 wita seluruh aliran listrik dipadamkan. ”Saya belum bisa pastikan apakah itu koslet atau tidak,tapi mustahil karena seluruh lampu padam,” paparnya. PT ABC merupakan perusahaan yang diberikan kepercayaan oleh PT Melati Tunggal Inti Jaya selaku developer pasar tersebut. Sementara, kontrak kerja sama pemkot Makassar dengan developer selama 25 tahun, terhitung 1994-2019. Bentuk kerja sama tersebut, bangun,guna dan serah.
Rampungkan Pendataan
Asosiasi Pedagang Makassar Mall (APMM) segera merampungkan data jumlah pedagang dan kios yang terbakar Selasa (28/6) dini hari.Pendataan dilakukan di Jalan Veteran Selatan Nomor 161 Makassar, kemarin. Ratusan pedagang membawa berkas bukti kepemilikan untuk selanjutnya didata sebelum ditentukan lokasi penampungan sementara. “Saya dan istri datang ke sini untuk membawa sertifikat kios yang saya miliki. Akan didata karena para pedagang ini akan ditampung sementara. Soal dimana ditampung saya belum tahu,”kata Dahrul Aksa, 40, salah seorang pedagang.
Pemerintah Lamban
Nasib naas dialami juga General Manager PSM Husain Abdullah. Kios dan lapak milik isteri dan ibunya ikut dilalap api saat kebakaran di pasar Sentral Makassar. Dia mentaksir kerugian mencapai miliaran rupiah. “Saya lagi bantu dulu keluarga. Istri dan orang tua saya ikut jadi korban kebakaran pasar Sentral.
Kerugiannya hingga miliaran rupiah,” ungkap Husain kepada SINDO,kemarin. Dosen di Unversitas Hasanuddin (Unhas) ini mengaku kecewa dengan tindakan pemerintah yang lambat memikirkan bias dari kebakaran tersebut. Dia mengatakan, saat ini para pedagang terpaksa menggunakan bahu jalan dan emperan ruko sekitar pasar sentral untuk penampungan sementara barang dagangan mereka. Musibah tersebut terjadi saat dua kepala daerah sedang keluar kota.
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo sedang umrah dan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin sedang touring dengan rombongan Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) ke Tana Toraja. “Gubernur dan Wali Kota tidak ada saat musibah.Sehingga rakyat bebas apa saja karena tidak ada yang mengatur, baik pemerintah apalagi pengembang,” ungkapnya.
“Sekarang berlaku hukum rimba di Pasar Sentral, siapa yang kuat dia yang bebas mematok jalanan untuk dijadikan tempat jualan sementara. Jadi, jangan salahkan para pedagang jika mereka harus bertindak sendiri,”tandasnya.
Semua pihak agar bersabar menunggu hasil penyelidikian Polisi untuk mengetahui penyebab kebakaran dahsyat di Pasar Sentral Makassar tersebut “Kami belum bisa menyimpulkan. Tunggu hasil labfor dulu. Sudah ada beberapa saksi yang diperiksa. Kami tidak bisa menduga-duga apa yang terjadi disana. Keterangan yang mengatakan disobotase tidak berdasar dan butuh bukti untuk mengatakan itu,” katanya di Makassar, kemarin. Seperti diketahui, sebanyak 5.519 kios di Pasar Sentral Makassar ludes terbakar.
Di antaranya, 3.019 kios berisi jualan dengan modal besar dan sisanya adalah 2.500 kios pedagang kaki lima.Kerugian akibat kebakaran tersebut ditaksir hingga Rp1 triliun.Dari musibah tersebut muncul banyak spekulasi. Api yang tiba-tiba membesar dicurigai tidak terjadi begitu saja.Walau pedagang tidak memiliki bukti nyata, tetapi mereka menduga penyebabnya datang dari banyaknya konflik di internal pengelola Makassar Mall. Dari keterangan beberapa saksi mata, api pertama kali muncul di pintu utama sebelah Utara tepat berhadapan dengan Jalan Kiai Haji Wahid Hasyim.
Sementara itu, informasi yang didapat dari Asosiasi Pedagang Pasar Makassar Mall (APPM), titik api ditemukan di lantai dasar Blok D Nomor 23. Api muncul dari atap plafon dari kios tersebut. Namun, Zainuddin, Kepala Pasar Sentral mengatakan, pada pukul 23.00 Wita, api sudah berkobar dari sebelah barat gedung utama pasar sentral. Menanggapi spekulasi tersebut, Chevy meminta semua pihak agar menunggu hasil penyelidikan polisi.“Biarkan penyelidikan polisi yang membuktikan,” katanya.
Desakan agar aparat Kepolisian mengusut tuntas dan terbuka mengenai dugaan penyebab kebakaran di pusat perbelanjaan di kawasan timur Indonesia itu datang dari angggota DPRD Sulsel, Adil Patu. Alasannya, ada dua persepsi yang berkembang di masyarakat, terutama di kalangan pedagang mengenai kebakaran tersebut. Ada yang menyebutkan disengaja dibakar oleh pihak tertentu. Namun, tidak sedikit pula yang beranggapan bahwa kebakaran itu disebabkan arus pendek atau korlset listrik. “Saya meminta aparat kepolisian untuk mengusut tuntas penyebabnya supaya tidak menjadi polemik di masyarakat,”ujar Ketua Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) Sulsel ini,kemarin.
Kerugian Gedung Rp40 M
Hari ini, tim taksasi dari perusahaan asuransi akan menghitung jumlah ganti rugi yang diderita pengelola akibat rusaknya sejumlah fasilitas bangunan pasar pasca kebakaran. Direktur PT Anugerah Bahana Citra (ABC) Ahmad Ibrahim menuturkan, seluruh bangunan pasar sudah diasuransikan. “Kami taksir kerugian kerusakan gedung mencapai Rp40 miliar, jumlah itu sudah diusulkan ke perusahaan asuransi. Hasilnya belum bisa diketahui, karena baru hari ini tim mereka akan turun melakukan penaksiran kerusakan,” ujarnya di Makassar,kemarin.
Tim tersebut terdiri dari,tim independen, tim penaksir dari asuransi, tim dari pengelola, serta dari pemkot Makas-sar. Menurut Ahmad, sebagian besar lods dan kios yang dikelola sejak 1994 sudah menjadi hak milik pedagang dengan dilengkapi sertifikat hak milik. Malah, ada sebagian pedagang telah mengasuransikan lods dan kios mereka. “Mudah-mudahan klaim asuransi cepat keluar, supaya bisa direncanakan kapan mulai perbaikan lods dan kios di pasar bisa dikerjakan,” harapnya.
Jumlah pedagang yang terdata di PT ABC mencapai 2500 orang, sedangkan lods dan kios sebanyak 3.015.Ahmad memaparkan, setiap harinya sekitar 1.000 pengunjung masuk bertransaksi di pasar itu dengan uang yang berputar Rp200 miliar sampai Rp300 miliar.Pasca kejadian ini, dipastikan omzet akan menurun drastis, apalagi tidak semua pedagang kembali berjualan, dikarenakan stok dagangan mereka ludes terbakar. Ahmad menambahkan, selaku pengelola pasar,pihaknya diberi kepercayaaan mengelola listrik dan melakukan perbaikan sarana dan prasarana di dalamnya.
Khusus listrik, rutinitas di pasar tersebut setiap pukul 06.00 Wita lampu sudah dinyalakan,kemudian pada pukul 19.00 wita seluruh aliran listrik dipadamkan. ”Saya belum bisa pastikan apakah itu koslet atau tidak,tapi mustahil karena seluruh lampu padam,” paparnya. PT ABC merupakan perusahaan yang diberikan kepercayaan oleh PT Melati Tunggal Inti Jaya selaku developer pasar tersebut. Sementara, kontrak kerja sama pemkot Makassar dengan developer selama 25 tahun, terhitung 1994-2019. Bentuk kerja sama tersebut, bangun,guna dan serah.
Rampungkan Pendataan
Asosiasi Pedagang Makassar Mall (APMM) segera merampungkan data jumlah pedagang dan kios yang terbakar Selasa (28/6) dini hari.Pendataan dilakukan di Jalan Veteran Selatan Nomor 161 Makassar, kemarin. Ratusan pedagang membawa berkas bukti kepemilikan untuk selanjutnya didata sebelum ditentukan lokasi penampungan sementara. “Saya dan istri datang ke sini untuk membawa sertifikat kios yang saya miliki. Akan didata karena para pedagang ini akan ditampung sementara. Soal dimana ditampung saya belum tahu,”kata Dahrul Aksa, 40, salah seorang pedagang.
Pemerintah Lamban
Nasib naas dialami juga General Manager PSM Husain Abdullah. Kios dan lapak milik isteri dan ibunya ikut dilalap api saat kebakaran di pasar Sentral Makassar. Dia mentaksir kerugian mencapai miliaran rupiah. “Saya lagi bantu dulu keluarga. Istri dan orang tua saya ikut jadi korban kebakaran pasar Sentral.
Kerugiannya hingga miliaran rupiah,” ungkap Husain kepada SINDO,kemarin. Dosen di Unversitas Hasanuddin (Unhas) ini mengaku kecewa dengan tindakan pemerintah yang lambat memikirkan bias dari kebakaran tersebut. Dia mengatakan, saat ini para pedagang terpaksa menggunakan bahu jalan dan emperan ruko sekitar pasar sentral untuk penampungan sementara barang dagangan mereka. Musibah tersebut terjadi saat dua kepala daerah sedang keluar kota.
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo sedang umrah dan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin sedang touring dengan rombongan Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) ke Tana Toraja. “Gubernur dan Wali Kota tidak ada saat musibah.Sehingga rakyat bebas apa saja karena tidak ada yang mengatur, baik pemerintah apalagi pengembang,” ungkapnya.
“Sekarang berlaku hukum rimba di Pasar Sentral, siapa yang kuat dia yang bebas mematok jalanan untuk dijadikan tempat jualan sementara. Jadi, jangan salahkan para pedagang jika mereka harus bertindak sendiri,”tandasnya.
Selasa, 28 Juni 2011
Makassar Mall (Pasar Sentral) di lalap si Jago Merah
Makassar Mall pertama di Makassar dilalap si jago merah, selasa subuh, 28 Juni 2011. Kebakaran hebat itu juga ikut melalap Gerai Matahari Departement Store.
Akbar, Sekretaris Asosiasi Pedagang Makassar Mall, mengatakan, api yang membakar bangunan sekitar pukul 00:00 WITA itu tidak menyisakan satu lantai pun. "Hampir semua lantai yang ada dalam bangunan tersebut ikut terlalap api, dan merambah ke seluruh kios termasuk Matahari Department Store yang berada di lantai 3," kata Akbar di lokasi kejadian.
Sejak awal 90-an Matahari departement store sudah menempati Makassar Mall dan hingga saat ini masih tetap bertahan di sana.
Kebekaran tersebut juga meludeskan sebanyak 2.500 kios milik pedagang yang berada pada basement hingga ke latai 2.
"bangunan seluas 2,5 hektare itu terdiri atas lantai basement yang diisi oleh barang kelontong, aksesoris, dan mainan anak-anak. Kemudian lantai satu, 90 persen pakaian jadi, lantai 2 diisi oleh pedagang tekstil dan pecah belah, sedangkan lantai 3 diisi oleh Matahari Department Store." Jelas Akbar.
Sampai dengan berita ini diturunkan, petugas pemadam kebakaran belum berhasil menguasai api. Puluhan unit pemadam kebakaran yang hilir mudik hanya menyiram api dari pinggir bangunan Makassar Mall. Mereka terlihat kesulitan memasuki kios-kios di bangunan tersebut.
Penyebab kebakaran Makassar Mall atau yang lebih dikenal dengan nama pasar sentral tersebut, belum diketahui. Informasi yang dihimpun, sumber api masih simpang siur. Sejumlah saksi menyebut, sumber api berasal dari Matahari Department Store. Namun, sumber lain menyatakan api berasal dari blok B lantai dua, dari kios pakaian jadi.
Akbar, Sekretaris Asosiasi Pedagang Makassar Mall, mengatakan, api yang membakar bangunan sekitar pukul 00:00 WITA itu tidak menyisakan satu lantai pun. "Hampir semua lantai yang ada dalam bangunan tersebut ikut terlalap api, dan merambah ke seluruh kios termasuk Matahari Department Store yang berada di lantai 3," kata Akbar di lokasi kejadian.
Sejak awal 90-an Matahari departement store sudah menempati Makassar Mall dan hingga saat ini masih tetap bertahan di sana.
Kebekaran tersebut juga meludeskan sebanyak 2.500 kios milik pedagang yang berada pada basement hingga ke latai 2.
"bangunan seluas 2,5 hektare itu terdiri atas lantai basement yang diisi oleh barang kelontong, aksesoris, dan mainan anak-anak. Kemudian lantai satu, 90 persen pakaian jadi, lantai 2 diisi oleh pedagang tekstil dan pecah belah, sedangkan lantai 3 diisi oleh Matahari Department Store." Jelas Akbar.
Sampai dengan berita ini diturunkan, petugas pemadam kebakaran belum berhasil menguasai api. Puluhan unit pemadam kebakaran yang hilir mudik hanya menyiram api dari pinggir bangunan Makassar Mall. Mereka terlihat kesulitan memasuki kios-kios di bangunan tersebut.
Penyebab kebakaran Makassar Mall atau yang lebih dikenal dengan nama pasar sentral tersebut, belum diketahui. Informasi yang dihimpun, sumber api masih simpang siur. Sejumlah saksi menyebut, sumber api berasal dari Matahari Department Store. Namun, sumber lain menyatakan api berasal dari blok B lantai dua, dari kios pakaian jadi.
Adik Ani Yudhoyono jadi KASAD gantikan George Toisutta
Letnan Jernderal TNI Pramono Edhie Wibowo, Panglima Komando Strategis Cadangan Angkatan Darat, yang juga adalah ipar SBY, akhirnya dipastikan akan menduduki jabatan baru sebagai KASAD menggantikan Jendral TNI George Toisutta.
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djoko Suyanto, yang adalah mantan Panglima TNI, membenarkan berita tersebut.
"Betul. Menteri Sekretaris Negara sudah menyampaikan informasi itu," kata Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djoko Suyanto.
Letnan Jendral TNI Pramono Edhie Wibowo pernah menjadi salah satu ajudan Presiden Megawati Soekarnoputri, pada masa pemerintahan putri Bung Karno tersebut. Jenderal kelahiran Magelang, Jawa Tengah, 5 Mei 1955 itu akan dilantik besok. "Dilantik besok, Kamis 30 Juni siang," kata Djoko Santoso.
Pramono Edhie memang sejak awal diperkirakan menjadi calon terkuat menjadi KSAD dengan rekam jejaknya di militer. Sehingga pengangkatannya tidak mengejutkan.
Letnan Jendral TNI Pramono Edhie Wibowo, yang lulus dari Akabri pada 1980 itu beberapa kali menduduki kursi penting di TNI Angkatan Darat. pernah menjabat Komandan Jenderal Kopassus dan Pangdam Siliwangi. Pramono Edhie menjabat Pangkostrad pada November 2010 menggantikan Letjen Burhanuddin Amin.
Bahkan Priyo Budi Santoso, Wakil Ketua DPR beberapa waktu lalu sudah memprediksi kursi ini akan diisi Pramono Edhie. Priyo pun menyebut Pramono sebagai perwira yang memiliki reputasi. Menurut Priyo, jika terpilih sebagai KSAD, itu disebabkan rekam jejak Pramono Edhie di militer.
"Kalau lewat mekanisme profesional, yang terpilih, menurut saya Pramono Edhie. Dia tentara profesional, harus diapresiasi," ucap politisi Partai Golkar ini.
Senin, 27 Juni 2011
Obednego, Bupati Mamasa, diberhentikan
Obednego Depparinding, Bupati Mamasa yang terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana korupsi, atas dasar putusan kasasi Mahkamah Agung (MA)akhirnya diberhentikan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri).
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Raydonnyzer Moenek di Presroom Kemendagri, Senin (27/6) mengatakan "Pemberhentian ini dilatarbelakangi putusan kasasi MA nomor 2440/K/Pid.Sus/2010 tanggal 17 Maret 2011,"
"Obednego, Bupati Mamasa, berdasarkan putusan kasasi MA dinyatakan telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah turut serta melakukan tindak pidana korupsi yang dilakukan secara berlanjut dengan pidana selama 1,8 tahun." Jelas Dony
SK Pemberhentian Tetap Obednego ini dikeluarkan sejak Jumat 24 Juni 2011 dengan nomor 131.76/846. Mendagri. Selanjutnya, H Ramlan yang kini merupakan Wakil Bupati Mamasa, diangkat sebagai Plt Bupati Mamasa berdasarkan.
"Keputusan ini berlaku sejak Menteri Dalam Negeri melakukan penandatanganan," ungkap Donny.
Sebelumnya, Mendagri telah mengusulkan pemberhentian obednego kepada Gubernur Sulawesi Barat Anwar Adnan Saleh melalui surat nomor 356/2154/0tda tertanggal 19 Mei 2011. yang isinya Mendagri meminta kepada Gubernur Sulawesi Barat Anwar Adnan Saleh, agar menyampaikan usulan pemberhentian Obednego Depparinding dari jabatannya sebagai Bupati Mamasa dengan melampirkan putusan kasasi sebagaimana dimaksud.
Donny juga mengungkapkan bahwa SK Pemberhentian Tetap tersebut telah dikirim ke Gubernur Sulbar melalui Kepala Biro Pemerintahan Pemprov Sulbar. "SK dimaksud telah diterima oleh Gubernur dalam hal ini Kepala Biro Pemerintahan yang akan disampaikan kepada Gubernur Sulbar," harap Donny.
Konfirmasi atas diterimanya SK pemberhentian tersebut telah disampaikan Biro Pemerintahan Pemprov Sulbar, Khaeruddin Anas sejak Jumat lalu bersamaan dengan SK Pelantikan Bupati Majene, Kalma Katta. Namun SK ini sengaja tidak dieskpose untuk menjaga keamanan di Kabupaten Mamasa.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Raydonnyzer Moenek di Presroom Kemendagri, Senin (27/6) mengatakan "Pemberhentian ini dilatarbelakangi putusan kasasi MA nomor 2440/K/Pid.Sus/2010 tanggal 17 Maret 2011,"
"Obednego, Bupati Mamasa, berdasarkan putusan kasasi MA dinyatakan telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah turut serta melakukan tindak pidana korupsi yang dilakukan secara berlanjut dengan pidana selama 1,8 tahun." Jelas Dony
SK Pemberhentian Tetap Obednego ini dikeluarkan sejak Jumat 24 Juni 2011 dengan nomor 131.76/846. Mendagri. Selanjutnya, H Ramlan yang kini merupakan Wakil Bupati Mamasa, diangkat sebagai Plt Bupati Mamasa berdasarkan.
"Keputusan ini berlaku sejak Menteri Dalam Negeri melakukan penandatanganan," ungkap Donny.
Sebelumnya, Mendagri telah mengusulkan pemberhentian obednego kepada Gubernur Sulawesi Barat Anwar Adnan Saleh melalui surat nomor 356/2154/0tda tertanggal 19 Mei 2011. yang isinya Mendagri meminta kepada Gubernur Sulawesi Barat Anwar Adnan Saleh, agar menyampaikan usulan pemberhentian Obednego Depparinding dari jabatannya sebagai Bupati Mamasa dengan melampirkan putusan kasasi sebagaimana dimaksud.
Donny juga mengungkapkan bahwa SK Pemberhentian Tetap tersebut telah dikirim ke Gubernur Sulbar melalui Kepala Biro Pemerintahan Pemprov Sulbar. "SK dimaksud telah diterima oleh Gubernur dalam hal ini Kepala Biro Pemerintahan yang akan disampaikan kepada Gubernur Sulbar," harap Donny.
Konfirmasi atas diterimanya SK pemberhentian tersebut telah disampaikan Biro Pemerintahan Pemprov Sulbar, Khaeruddin Anas sejak Jumat lalu bersamaan dengan SK Pelantikan Bupati Majene, Kalma Katta. Namun SK ini sengaja tidak dieskpose untuk menjaga keamanan di Kabupaten Mamasa.
Peserta Munas HDCI menghadiri rambu solo di Tana Toraja
Irjen Pol Johny Wainal Usman, Kapolda SulSel, direncanakan akan melepas peserta Celebes Touring Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) trans Makassar-Tana Toraja, di depan Fort Rotterdam. Peserta yang akan mengikuti Trans Makassar - Toraja ini berjumlah sedikitnya 300 peserta.
Rute yang akan dilalui adalah poros Camba, dan dalam perjalanannya peserta akan beristirahat di tiga tempat, yaitu : Cijantung - Camba, Rujab Bupati Wajo, dan Gunung Bambapuang-Enrekang. Rombongan direncanakan akan tiba di bumi lakipadada, Tana Toraja pada sore hari.
pada hari berikutnya, Rabu (29/6) peserta akan mengawali aktivitasnya dengan melakukan city tour ke beberapa tempat wisata terkenal di Tana Toraja sekaligus mempromosikan salah satu objek wisata andalan di Sulsel ini. Usai city tour, semua peserta Munas HDCI baik dari Makassar, Palu, Manado yang sudah lebih awal tiba di Toraja, akan menghadiri pesta pemakaman salah seorang tokoh Tana Toraja.
Ilham Arief Sirajuddin, Ketua HDCI Makassar, saat menggelar welcome party bagi peserta Munas HDCI di Rumahnya mengatakan, pesta pemakaman adat Tana Toraja ini dipastikan meriah. Selain pesta tersebut merupakan adat setempat, pesta “Rambu Solo” ini dikabarkan akan dihadiri sejumlah pejabat dari Jakarta, termasuk Tommy Soeharto.
“Jadi saya kira pesta rambu solo di Toraja ini adalah pesta yang cukup meriah, karena yang akan dipestakan adalah salah seorang tokoh besar di Tana Toraja. Bahkan Tommy Soeharto turut hadir dalam acara tersebut,” kata Ilham.
Usai menyaksikan pesta pemakaman adat salah seorang tokoh di Tana Toraja, malam harinya rombongan akan dijamu makan malam oleh bupati Tana Toraja. Di daerah wisata ini, mereka akan bertemu dengan rombongan lain seperti dari Palu yang lebih awal tiba, Manado, dan peserta lainnya.
Menurut rencana, peserta munas HDCI akan meninggalkan Tana Toraja pada hari Kamis 30 Juni 2011.
“Mudah-mudahan rangkaian acara ini tidak mengalami hambatan, seperti yang dialami teman kita dari Manado yang kabarnya kesulitan bahan bakar,” kata Ilham.
Minggu, 26 Juni 2011
Pedagang Ikan pasar Makale Mengadu ke DPRD
Setelah dua tahun tidak memiliki kepala pasar, kondisi Pasar Makale makin semrawut. Bahkan, Pasar bayangan mulai bermunculan di luar areal pasar. Mereka berada di sektiar lapangan jalan masuk pasar dan Kampung Pisang, sementara dalam pasar masih banyak lods dan kios yang kosong.
Bermunculannya pasar bayangan di pintu masuk areal pasar, berpotensi menimbulkan kecemburuan bagi pedagang di dalam pasar. Ini karena pembeli sudah jarang lagi masuk ke pasar. Para pembeli lebih memilih membeli di pasar bayangan dari pada harus berjalan masuk ke dalam pasar.
Fenomena ini cukup meresahkan para pedagang pasar, terutama para penjual ikan basah. Pasalnya, selama ada pasar bayangan di luar, jumlah pembeli mereka berkurang, bahkan kini merugi. Selain itu, juga terjadi penyempitan jalan karena di sisi kiri kanan jalan sudah ada penjual lapak.
Sebenarnya Pemerintah daerah sudah pernah dilapori mengenai Kondisi , Tapi sampai saat ini belum ada tindak lanjut yang dilakukan pemerintah daerah. Karena tidak adanya respon dari pihak pemerintah daerah, menyebabkan para pedagang yang tergabung dalam penjual ikan basah mengadukan persoalan pasar ini ke DPRD Tana Toraja.
Alexander pantan Rante Allo, Ketua Fraksi Demokrat DPRD Tana Toraja menerima kedatangan para pedagang tersebut.
Koordinator aksi, Soemar Yasin, meminta kepada pemerintah daerah agar segera membentuk tim terpadu, gabungan DPPKAD, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Polsek, dan Danramil untuk melakukan penertiban sekaligus menindak penjual yang membandel.
"Selain itu, kebersihan pasar sudah tidak terurus karena volume sampah bertambah, bahkan berserakan karena tidak adanya kesadaran penjual membuang sampah di kontainer yang tersedia," sambung Soemar Yasin.
Sementara Alexander mengatakan, para penjual ikan di Pasar Makale menyorot penjual di pasar bayangan yang tidak mau menggunakan lapak yang disiapkan dalam pasar. Bahkan lebih senang menggunakan pinggir jalan sebagai tempat jualan meskipun di tengah terik matahari.
Selain itu Alexander juga mengusulkan kepada Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan Dan Asset Daerah (DPPKAD) segera menunjuk kepala pasar defenitif.
Menyikapi aspirasi para pedagang ini, dewan akan segera merekomendasikan kepada Pemerintah Daerah untuk membentuk tim terpadu penertiban. "Kondisi ini sebelumnya telah dilaporkan kepada lurah dan Camat Makale namun hingga sekarang belum ada respon," tutur Alexander.
Bermunculannya pasar bayangan di pintu masuk areal pasar, berpotensi menimbulkan kecemburuan bagi pedagang di dalam pasar. Ini karena pembeli sudah jarang lagi masuk ke pasar. Para pembeli lebih memilih membeli di pasar bayangan dari pada harus berjalan masuk ke dalam pasar.
Fenomena ini cukup meresahkan para pedagang pasar, terutama para penjual ikan basah. Pasalnya, selama ada pasar bayangan di luar, jumlah pembeli mereka berkurang, bahkan kini merugi. Selain itu, juga terjadi penyempitan jalan karena di sisi kiri kanan jalan sudah ada penjual lapak.
Sebenarnya Pemerintah daerah sudah pernah dilapori mengenai Kondisi , Tapi sampai saat ini belum ada tindak lanjut yang dilakukan pemerintah daerah. Karena tidak adanya respon dari pihak pemerintah daerah, menyebabkan para pedagang yang tergabung dalam penjual ikan basah mengadukan persoalan pasar ini ke DPRD Tana Toraja.
Alexander pantan Rante Allo, Ketua Fraksi Demokrat DPRD Tana Toraja menerima kedatangan para pedagang tersebut.
Koordinator aksi, Soemar Yasin, meminta kepada pemerintah daerah agar segera membentuk tim terpadu, gabungan DPPKAD, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Polsek, dan Danramil untuk melakukan penertiban sekaligus menindak penjual yang membandel.
"Selain itu, kebersihan pasar sudah tidak terurus karena volume sampah bertambah, bahkan berserakan karena tidak adanya kesadaran penjual membuang sampah di kontainer yang tersedia," sambung Soemar Yasin.
Sementara Alexander mengatakan, para penjual ikan di Pasar Makale menyorot penjual di pasar bayangan yang tidak mau menggunakan lapak yang disiapkan dalam pasar. Bahkan lebih senang menggunakan pinggir jalan sebagai tempat jualan meskipun di tengah terik matahari.
Selain itu Alexander juga mengusulkan kepada Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan Dan Asset Daerah (DPPKAD) segera menunjuk kepala pasar defenitif.
Menyikapi aspirasi para pedagang ini, dewan akan segera merekomendasikan kepada Pemerintah Daerah untuk membentuk tim terpadu penertiban. "Kondisi ini sebelumnya telah dilaporkan kepada lurah dan Camat Makale namun hingga sekarang belum ada respon," tutur Alexander.
Gaji PNS dan belanja aparatur jadi beban APBN dan APBD
Beban gaji PNS dan belanja aparatur yang sangat besar dalam APBN maupun APBD sangat membebani keuangan negara. Hal tersebut menjadikan Kementrian Keuangan menginginkan perlu dilakukannya pengurangan jumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS). Langkah yang akan dilakukan oleh Kementrian Keuangan tersebut mendapatkanp erhatian dari Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan reformasi Birokrasi.
Dalam Jumpa pers di Jakarta Jumat (24.6), Deputi Bidang Aparatur Kemenpan, Ramli Neibaho, mengatakan "Pada prinsipnya makin banyak PNS, makin banyak membebani APBN, karena PNS pasti mendapatkan gaji,"
"Tetapi sebaliknya penambahan aparatur akan menghasilkan pendapatan keuangan yang besar jika seluruh aparatur bekerja maksimal sesuai dengan tugas dan fungsinya. Ini akan mendorong peningkatan pendapatan APBN/APBD." tambahnya.
"Seperti, jika aparatur bekerja dengan maksimal memberikan pelayanan yang baik, maka masyarakat senang dan terdorong untuk membayar pajak, investor akan mudah masuk dan sebagainya, yang pada akhirnya jelas meningkatkan penerimaan negara dari sisi keuangan, sehingga keberadaan PNS tidak menjadi beban negara," ujarnya.
Namun karena selama ini keberadaan PNS masih banyak dipandang kurang maksimal sesuai tupoksi-nya, ditambah beban belanja pegawai yang begitu besar, sehingga tidak heran ada permintaan dilakukan peninjauan untuk mengurangi jumlah PNS.
Saat ini kata Ramli, patokan pemerintah dalam penerimaan PNS yakni berdasarkan kemampuan keuangan negara, karena posisi keuangan negara kita terbatas, maka pemerintah dalam hal penerimaan PNS mengambil prinsip tidak menambah pegawai. Tetapi dengan mengantikan posisi PNS yang yang pensiun, meninggal dunia, keluar, pensiun dini, dipecat (diberhentikan). Sehingga melalui upaya ini maka pemerintah dapat mengurangi besarnya belanja pegawai yang dikeluarkan pemerintah dalam APBN/APBD.
Ditambahkannya, mengenai permintaan pengurangan jumlah PNS, hal itu sudah diatur dalam PP 32. Yaitu, kebijakan pengangkatan PNS telah diberikan sepenuhnya kepada pimpinan instansi masing-masing. Apabila ada suatu organisasi yang dianggap tidak layak, maka pegawainya harus bisa disalurkan kepada pekerjaan yang layak.
"Kalau misalkan instansi itu kelebihan pegawai maka kelebihan itu harus dipindahkan ke instansi yang masih kurang, Kalau instansi itu sudah penuh, yang kelebihan harus lapor ke Menpan, kemudian Menpan akan meyalurkan menyalurkan ke instansi yang terkait yang membutuhkan," sebutnya.
Disebutkannya, ada beberapa faktor mengapa desakan pengurangan PNS muncul, yakni karena sistem saat ini telah berbeda pada saat lalu, yakni saat ini telah lahir aparatur yang multi skill. Sementara dahulu masih mono skill. "Dulu ada yang tukang ketik, tukang baca, tukang nomor, tukang edit, tukang mengadakan. Sekarang dengan adanya komputer, orang bisa mengerjakan beberapa pekerjaan sekaligus," sebutnya.
Apalagi dengan hadirnya internet dan alat komunikasi yang serba cepat, sehingga memungkinkan kerja-kerja aparatur itu dilakukan hanya beberapa orang saja, yang dulunya mungkin banyak melibat orang.
Pihaknya saat ini tengah mempertimbangkan permintaan dari Menkeu untuk pengurangi jumlah PNS atau mendorong PNS lebih cepat pensiun dini. Meski berdasarkan perhitungan, secara nasional kita belum kelebihan PNS. Disebutkannya, disejumlah negara jumlah PNS juga bervarisi jumlahnya, seperti di Singapura jumlah PNS-nya mencapai tiga persen dari total penduduknya.
Untuk Indonesia, kata Ramli jumlah PNS yang ada saat ini baru dua persen lebih dari total penduduk Indonesia yang jumlahnya sekitar 237 juta jiwa. "Menteri mengharapkan secara nasional jumlah PNS sebanyak 2,5 persen dari total jumlah penduduk," ujarnya.
"Tetapi sebaliknya penambahan aparatur akan menghasilkan pendapatan keuangan yang besar jika seluruh aparatur bekerja maksimal sesuai dengan tugas dan fungsinya. Ini akan mendorong peningkatan pendapatan APBN/APBD." tambahnya.
"Seperti, jika aparatur bekerja dengan maksimal memberikan pelayanan yang baik, maka masyarakat senang dan terdorong untuk membayar pajak, investor akan mudah masuk dan sebagainya, yang pada akhirnya jelas meningkatkan penerimaan negara dari sisi keuangan, sehingga keberadaan PNS tidak menjadi beban negara," ujarnya.
Namun karena selama ini keberadaan PNS masih banyak dipandang kurang maksimal sesuai tupoksi-nya, ditambah beban belanja pegawai yang begitu besar, sehingga tidak heran ada permintaan dilakukan peninjauan untuk mengurangi jumlah PNS.
Saat ini kata Ramli, patokan pemerintah dalam penerimaan PNS yakni berdasarkan kemampuan keuangan negara, karena posisi keuangan negara kita terbatas, maka pemerintah dalam hal penerimaan PNS mengambil prinsip tidak menambah pegawai. Tetapi dengan mengantikan posisi PNS yang yang pensiun, meninggal dunia, keluar, pensiun dini, dipecat (diberhentikan). Sehingga melalui upaya ini maka pemerintah dapat mengurangi besarnya belanja pegawai yang dikeluarkan pemerintah dalam APBN/APBD.
Ditambahkannya, mengenai permintaan pengurangan jumlah PNS, hal itu sudah diatur dalam PP 32. Yaitu, kebijakan pengangkatan PNS telah diberikan sepenuhnya kepada pimpinan instansi masing-masing. Apabila ada suatu organisasi yang dianggap tidak layak, maka pegawainya harus bisa disalurkan kepada pekerjaan yang layak.
"Kalau misalkan instansi itu kelebihan pegawai maka kelebihan itu harus dipindahkan ke instansi yang masih kurang, Kalau instansi itu sudah penuh, yang kelebihan harus lapor ke Menpan, kemudian Menpan akan meyalurkan menyalurkan ke instansi yang terkait yang membutuhkan," sebutnya.
Disebutkannya, ada beberapa faktor mengapa desakan pengurangan PNS muncul, yakni karena sistem saat ini telah berbeda pada saat lalu, yakni saat ini telah lahir aparatur yang multi skill. Sementara dahulu masih mono skill. "Dulu ada yang tukang ketik, tukang baca, tukang nomor, tukang edit, tukang mengadakan. Sekarang dengan adanya komputer, orang bisa mengerjakan beberapa pekerjaan sekaligus," sebutnya.
Apalagi dengan hadirnya internet dan alat komunikasi yang serba cepat, sehingga memungkinkan kerja-kerja aparatur itu dilakukan hanya beberapa orang saja, yang dulunya mungkin banyak melibat orang.
Pihaknya saat ini tengah mempertimbangkan permintaan dari Menkeu untuk pengurangi jumlah PNS atau mendorong PNS lebih cepat pensiun dini. Meski berdasarkan perhitungan, secara nasional kita belum kelebihan PNS. Disebutkannya, disejumlah negara jumlah PNS juga bervarisi jumlahnya, seperti di Singapura jumlah PNS-nya mencapai tiga persen dari total penduduknya.
Untuk Indonesia, kata Ramli jumlah PNS yang ada saat ini baru dua persen lebih dari total penduduk Indonesia yang jumlahnya sekitar 237 juta jiwa. "Menteri mengharapkan secara nasional jumlah PNS sebanyak 2,5 persen dari total jumlah penduduk," ujarnya.
Sabtu, 25 Juni 2011
Mantan Presiden Soeharto Sering melakukan incognito
Sejak dimulainya pelaksanaan Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita), pada bulan Maret 1970, Presiden Soeharto melakukan sebuah terobosan. Yaitu, melakukan incognito, atau perjalanan diam-diam tanpa sambutan resmi kepada seorang presiden.
Mantan Presiden Soeharto kerap melakukan perjalanan ke sejumlah kampung-kampung di sejumlah wilayah di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur hingga ke Pulau Bali. Perjalanan itu dilakukannya , untuk memastikan apakah program yang ia canangkan sudah sesuai dengan harapan dan kebutuhan masyarakat.
"Kami tidak pernah makan di restoran, menginap di rumah kepala desa atau rumah-rumah penduduk. Untuk urusan logistik, selain membawa beras dari Jakarta, Ibu Tien membekali sambal teri kering dan tempe," kata Try Sutrisno, mantan Wapres dan ajudan Pak Harto, saat bercerita dalam mengenang 90 tahun HM Soeharto, hari Rabu (8/6) di TMII, Jakarta.
Ketika itu, lanjut Try, dirinya dan Pak Harto begitu prihatin dengan kondisi masyarakat. Tetapi, menariknya, kata dia, Pak Harto sangat menikmati perjalanan keluar masuk desa itu. Masih kata Try, incognito yang dilakukan Soeharto, tak hanya sekali saja. Hampir setiap tahun, hal itu ia lakukan. "Bisa berhari-hari perjalanan itu. Tanpa protokoler pula," katanya.
Dalam buku Soeharto yang berjudul The Untold Stories, konon perjalanan incognito itu kerap ia lakukan sepanjang kepemimpinannya sebagai Presiden RI. Kendati usia Pak Harto ketika itu sudah tak muda lagi
http://berita.liputan6.com
http://berita.liputan6.com
Jumat, 24 Juni 2011
Kompetisi Libur, Pemain PSM Donor Darah
Memanfaatkan waktu senggang selama libur musim kompetisi, sejumlah pemain Persatuan Sepakbola Makassar (PSM) yang memang asli Makassar mengisi waktu dengan donor darah, Jumat (24/6).
Menurut salah seorang pemain PSM Hendra Wijaya, karena kampung kami di sini, dan tidak ada kegiatan, semua libur.
"Jadi kenapa tidak kami mengisi libur ini dengan hal-hal yang bermanfaat seperti donor darah, karena kami juga tidak diperbolehkan ikut kompetisi tarkam," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua PMI Makassar Syamsul Rizal mengatakan sangat senang dengan inisiatif para pemain PSM, utamanya para pemain muda memberi contoh bagi yang lain untuk mendonorkan dara utamanya pengunjung mal, karena aksi ini dilakukan di mal di gerai PMI Makassar yang merupakan satu-satunya mal di Makassar yang dimiliki unit PMI.
"Kami memang butuh mereka-mereka memberi contoh bagi yang lain agar mau mendonorkan darah utamanya bagi pengunjung mal di Makassar karena sejak gerai PMI dibuka November 2010 masih kurang yang mendonorkan darah. Jumlah kantong darah yang diperoleh hanya 16 kantong per hari, sementara idealnya 25 kantong," ungkap Rizal.
Per 24 Juni ini, jumlah kantong darah yang yang dimiliki 560 kantong, itu cukup untuk 6 hari ke depan, dengan kebutuhan darah per hari 80 kantong hingga 120 kantong per hari.
Menurut salah seorang pemain PSM Hendra Wijaya, karena kampung kami di sini, dan tidak ada kegiatan, semua libur.
"Jadi kenapa tidak kami mengisi libur ini dengan hal-hal yang bermanfaat seperti donor darah, karena kami juga tidak diperbolehkan ikut kompetisi tarkam," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua PMI Makassar Syamsul Rizal mengatakan sangat senang dengan inisiatif para pemain PSM, utamanya para pemain muda memberi contoh bagi yang lain untuk mendonorkan dara utamanya pengunjung mal, karena aksi ini dilakukan di mal di gerai PMI Makassar yang merupakan satu-satunya mal di Makassar yang dimiliki unit PMI.
"Kami memang butuh mereka-mereka memberi contoh bagi yang lain agar mau mendonorkan darah utamanya bagi pengunjung mal di Makassar karena sejak gerai PMI dibuka November 2010 masih kurang yang mendonorkan darah. Jumlah kantong darah yang diperoleh hanya 16 kantong per hari, sementara idealnya 25 kantong," ungkap Rizal.
Per 24 Juni ini, jumlah kantong darah yang yang dimiliki 560 kantong, itu cukup untuk 6 hari ke depan, dengan kebutuhan darah per hari 80 kantong hingga 120 kantong per hari.
Patenkan Kopi Arabica Toraja
kopi arabika Toraja harus segera dipatenkan dalam produk kemasan skala besar agar keasliannya tidak diklaim oleh daerah atau pihak-pihak lain. Demikian keinginan yang disampaikan Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu'mang.
Keinginan tersebut disampaikan Agus sesaat setelah membuka seminar sehari manfaat kerja sama ASEAN bagi pemasaran kopi Indonesia di Makassar, Kamis (23/6). Menurut Wakil Gubernur, komoditas yang spesifik seperti kopi Toraja menjadi satu-satunya keunggulan Sulsel dalam persaingan di era perdagangan bebas.
"Kita harus punya komoditas spesifik seperti kopi arabika Toraja yang benar-benar asli dari Toraja. Ini pekerjaan rumah kita untuk segera mempatenkannya dalam sebuah produk kemasan," jelasnya.
"selama ini upaya mempatenkan kopi Toraja dalam sebuah produk kemasan telah berjalan di Toraja, namun belum dalam skala besar. Dukungan modal kerja dalam bentuk skim kredit khusus untuk para pedagang lokal juga perlu disiapkan agar para pedagang lokal mampu bersaing dengan para pedagang di luar dan menjadi pengendali pasar."Lanjut Agus Arifin Nu'mang
"Kalau perdagangan dan industrinya kita perbaiki, bahan bakunya kita punya, kita akan mengendalikan pasar," Tutupnya
Keinginan tersebut disampaikan Agus sesaat setelah membuka seminar sehari manfaat kerja sama ASEAN bagi pemasaran kopi Indonesia di Makassar, Kamis (23/6). Menurut Wakil Gubernur, komoditas yang spesifik seperti kopi Toraja menjadi satu-satunya keunggulan Sulsel dalam persaingan di era perdagangan bebas.
"Kita harus punya komoditas spesifik seperti kopi arabika Toraja yang benar-benar asli dari Toraja. Ini pekerjaan rumah kita untuk segera mempatenkannya dalam sebuah produk kemasan," jelasnya.
"selama ini upaya mempatenkan kopi Toraja dalam sebuah produk kemasan telah berjalan di Toraja, namun belum dalam skala besar. Dukungan modal kerja dalam bentuk skim kredit khusus untuk para pedagang lokal juga perlu disiapkan agar para pedagang lokal mampu bersaing dengan para pedagang di luar dan menjadi pengendali pasar."Lanjut Agus Arifin Nu'mang
"Kalau perdagangan dan industrinya kita perbaiki, bahan bakunya kita punya, kita akan mengendalikan pasar," Tutupnya
Langganan:
Postingan (Atom)















